Ketika Emas Meroket dan Bursa Saham Morat-Marit: Geopolitik Mengalahkan Ekonomi
HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP-
Ketegangan demi ketegangan itu berimbas nyata. Perekonomian kocar-kacir. Harga emas naik tinggi. Bursa saham juga mendadak kacau.
HARGA emas kembali mencetak rekor. Kamis, 29 Januari 2026, logam mulia itu melesat mendekati USD 5.600 per ons. Itu level tertinggi sepanjang sejarah. Di Indonesia, emas Antam menembus harga Rp3,1 juta per gram.
Kenaikan tajam ini terjadi bersamaan dengan reli harga minyak. Penyebabnya, Anda sudah tahu, suasana geopolitik begitu tegang. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang Iran.
Lonjakan harga emas itu memang mewujudkan sebuah pola klasik pasar global. Yakni, ketika risiko geopolitik membesar, aset lindung nilai (hedging assets) menjadi tujuan utama.
BACA JUGA:Harga Emas Antam Tembus Rp3,3 Juta Per Gram!
BACA JUGA:Gara-Gara Trump! Harga Emas Antam Hari Ini Cetak Rekor Tertinggi, Naik Rp52.000 per Gram
Tetapi, lonjakan itu tidak bisa dianalisis begitu saja dengan pendekatan konvensional seperti inflasi atau suku bunga. Ada kekhawatiran publik yang lebih besar. Yaitu soal kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola kebijakan global.
Kemarin, 29 Januari 2026, harga emas sempat melonjak lebih dari USD300 dalam sebuah momen perdagangan. Menembus USD5.595 per ons. Pemicunya adalah pernyataan Trump yang menekan Teheran agar segera bernegosiasi terkait program nuklirnya. Negara-negara barat yakin Iran sedang mengembangkan senjata nuklir.
“Semoga Iran segera datang ke meja perundingan dan membahas kesepakatan yang adil dan setara. Tanpa senjata nuklir,” tulis Trump di platform Truth Social yang dikutip kantor berita Agence France-Presse.
“Waktu hampir habis, ini benar-benar mendesak,” kata Trump. Ia juga mengancam bahwa AS akan bisa menyerang Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar ketimbang serangan pada Juni 2025.

KAPAL TANKER MARINERA berangkat dari Pelabuhan Hopeman di SKotlandia, 14 Januasi 2026. Harga minta tidak stabil karena ketegangan politik global.-Andy Buchanan-AFP-
Ancaman itu bukan sekadar retorika. Trump mengingatkan bahwa AS sudah menempatkan armada di perairan Timur Tengah. Yang memandegani adalah kapal induk USS Abraham Lincoln.
Armada itu, kata Trump, siap menjalankan misi dengan cepat dan keras. Jika diperlukan.
Iran merespons keras. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan bahwa Teheran akan membalas dengan cepat dan kekuatan penuh. Jemari pasukan Iran pun sudah siap di pelatuk. Meski begitu, Iran tetap membuka diri pada perundingan soal nuklir baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: