Mojtaba Khamenei Tegaskan Komitmen Pertahankan Blokade Selat Hormuz
Mojtaba Khamenei Diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru di Tengah Ketegangan Perang---dok. iMArabic
HARIAN DISWAY - Pemimpin baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa Iran masih memiliki “alat untuk memblokir Selat Hormuz,” melalui pesan yang dibacakan di televisi negara.
Dilansir dari BBC, Ia juga menyatakan bahwa Iran memiliki kebijakan “persahabatan” dengan negara-negara tetangga, namun mendesak mereka menutup pangkalan Amerika sebab fasilitas tersebut akan terus menjadi sasaran Iran.
"Saya menyarankan mereka untuk menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin," terang Khamenei dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Khamenei mengatakan bahwa Iran akan melakukan "pembalasan darah” terhadap warga Iran yang tewas dalam perang Israel-AS terhadap Iran.
BACA JUGA:Menakar Iran Pasca-Ali Khamenei
BACA JUGA:Tiga Syarat Iran
Putra dari mendiang pemimpin Iran sebelumnya Ali Khamenei juga menyebutkan belapati terhadap kejahatan yang dilakukan anak-anak. "Seperti kejahatan yang disengaja di sekolah Minab," katanyam
Dalam serangan Israel-AS ini, Mojtaba Khamenei telah kehilangan istri dan seorang putranya, serta ayahnya yang merupakan pemimpin tertinggi Iran sebelum digantikan olehnya.
Sejak terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran, Khamenei belum terlihat di depan umum ataupun dokumentasi foto dan video.
Sebuah saluran berita TV pemerintah Iran menyebutnya sebagai “veteran perang Ramadan” tanpa konfirmasi lebih lanjut tentang keadaannya, apakah ia baik-baik saja atau terluka.
BACA JUGA:Presiden Iran Tetapkan Tiga Syarat untuk Mengakhiri Perang
BACA JUGA:Evakuasi WNI dari Iran Dimulai, 22 Orang Tiba di Tanah Air
Melalui pesan publik pertamanya ini, Khamenei menyatakan bahwa Iran harus menggunakan pengaruh untuk memblokir Selat Hormuz, sebab menurutnya selat tersebut merupakan area di mana musuh sangat rentan.
Dengan ini, Iran akan terus menargetkan pangkalan AS di wilayah tersebut, kata Khamenei dalam pernyataannya.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: