Ketika Emas Meroket dan Bursa Saham Morat-Marit: Geopolitik Mengalahkan Ekonomi

Ketika Emas Meroket dan Bursa Saham Morat-Marit: Geopolitik Mengalahkan Ekonomi

HARGA SAHAM yang memerah ditampilkan di Indonesia Stock Exchange (Bursa Efek Indonesia) Kamis,29 Januari 2026.-Yasuyoshi Chiba-AFP-

Bursa Efek Indonesia sempat ambruk hingga delapan persen. Perdagangan dihentikan pada Selasa, 28 Januari 2026 dan kerugian ditetapkan pada angka 3 persen.

Tekanan di Jakarta itu dipicu oleh langkah Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang meminta regulator meneliti isu kepemilikan saham. Mereka juga menunda penambahan saham Indonesia ke indeksnya.

Kekhawatiran pasar bahkan mengarah pada kemungkinan penurunan status Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar frontier. Artinya, bursa Indonesia dinilai punya kapitalisasi pasar yang kecil, tingkat perdagangan tahunan rendah, dan tidak memenuhi syarat untuk masuk ke level pasar berkembang. Sehingga, modal asing cenderung keluar.

“Saya kira tekanan tajam ini bisa bertahan satu atau dua hari,” kata Hans Kwee, analis PasarDana. “Paling lambat besok pasar mulai bergerak mendatar. Minggu depan seharusnya lebih normal,” ucapnya.

Artinya, ini menunjukkan ketidakstabilan pasar global. Dan sumbernya adalah kegelisahan sistemik masyarakat. Tentang geopolitik, kebijakan moneter, dan kepercayaan terhadap arah kepemimpinan ekonomi dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: