Nestapa Penyintas Skandal Seksual Jeffrey Epstein: Jutaan Dokumen Dirilis, Pelaku Tetap Aman
POTRET KEDEKATAN Jeffrey Epstein (kiri) dan Donald Trump itu digunakan warga Greenlancd untuk memprotes Trump yang dituding sebagai pedofilia.-Jonathan Nackkstrand-AFP-
Para penyintas kekerasan seksual yang terkait dengan kasus Jeffrey Epstein menyatakan bahwa para pelaku tetap tersembunyi dan terlindungi. Padahal, pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis jutaan halaman dokumen terbaru terkait penyelidikan terhadap terpidana kejahatan seksual tersebut.
PERNYATAAN para korban itu mencuat setelah Departemen Kehakiman AS membuka lebih dari tiga juta dokumen pada Jumat, 30 Januari 2026. Dokumen itu kembali membuka mata publik. Bahwa kasus Epstein memang menjulur ke sejumlah figur berpengaruh.
Adalah 19 penyintas yang meneken pernyataan itu. Sebagian menggunakan nama samaran atau inisial. Yang mereka keluhkan, dokumen itu ternyata memampang identitas asli mereka.
“Sementara para pria yang menyiksa kami tetap tersembunyi dan terlindungi,” tulis mereka.
Para penyintas menuntut berkas Epstein dibuka penuh. Mereka minta Jaksa Agung Pam Bondi menanggapi persoalan tersebut secara langsung saat bersaksi di hadapan Kongres bulan depan.
BACA JUGA:Polisi Memastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan Atas Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah
BACA JUGA:Korban Kekerasan TNI Ungkap Ketidakadilan Peradilan Militer di Sidang Uji UU TNI
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan, Gedung Putih tidak berperan dalam proses peninjauan dokumen oleh Departemen Kehakiman. “Mereka tidak memberi tahu departemen ini tentang cara memperlakukan dokumen, apa yang harus dicari, apa yang harus disamarkan, dan apa yang tidak,” kata Blanche dalam konferensi pers.
Ia juga membantah tudingan bahwa materi yang merugikan Presiden Donald Trump disamarkan. “Kami tidak melindungi Presiden Trump,” ujarnya.
Menurut Departemen Kehakiman, sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan sensasional tentang Trump. Dokumen itu sudah diserahkan ke FBI menjelang pemilihan presiden 2020.
Blanche, yang pernah menjadi pengacara pribadi Trump, mengatakan berkas yang dirilis mencakup setidaknya 180 ribu gambar dan 2 ribu video. Ia menambahkan, semua gambar perempuan dan anak perempuan telah disamarkan, kecuali yang menampilkan Ghislaine Maxwell.

FILE EPSTEIN yang menunjukkan Donald Trump sedang berbincang dengan seorang perempuan dalam sebuah pesta.-AFP-
Maxwell, mantan pasangan Epstein, tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan anak di bawah umur.
Rilis dokumen tersebut kembali memuat nama-nama figur berpengaruh. Sebut saja: Trump, Elon Musk, Bill Gates, dan mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: