Siswi SMP di Gresik Diperkosa Kakak Kelas, Pelaku Anggota Gangster

Siswi SMP di Gresik Diperkosa Kakak Kelas, Pelaku Anggota Gangster

Seorang Siswi SMP di Gresik diperkosa anggota gengster.--tribaratanewspolri

HARIAN DISWAY  - Peristiwa kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Gresik. Seorang siswi SMP asal Kota Surabaya menjadi korban penyekapan dan perencanaan yang dilakukan oleh remaja di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Kasus ini terungkap setelah korban memberanikan diri menceritakan kejadian tragis yang dialaminya kepada orang tua, sekitar 10 bulan setelah peristiwa terjadi.

Ayah korban, CEY, 44, menceritakan bahwa peristiwa yang menimpa putrinya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP itu terjadi pada Sabtu, 27 Februari 2025 silam. Namun, sang putri baru mengungkapkan kejadian tersebut kepada keluarganya pada pertengahan Januari 2026.

Peristiwa bermula saat korban berpamitan kepada ayahnya untuk berkumpul dan melakukan acara bakar-bakar bersama teman sekolahnya, sekitar pukul 14.00 WIB. Karena hari itu merupakan libur akhir pekan, CEY mengizinkan putrinya untuk keluar rumah.

BACA JUGA:Wanita Blitar Diperkosa Pria Kenalannya di Medsos

BACA JUGA:Kasus Perkosaan Anak di Mojokerto : “Pelaku Harus Mendapatkan Pembinaan”

"Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 2 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin," cerita CEY kepada awak media, Jumat, 13 Februari 2026.

Namun, hingga pukul 19.00 WIB, korban tak kunjung pulang. Meski sempat ditelepon, panggilan itu tak terjawab. Saat sang istri pulang bekerja sekitar pukul 23.00 WIB, mereka berdua pun segera mencari keberadaan putrinya. Upaya tak pencarian menghasilkan hasil. Saat mencoba menelepon lagi pada malam itu, panggilan sempat diangkat namun tanpa suara, lalu dimatikan. Setelah itu, nomor korban tidak dapat dihubungi lagi.

Korban akhirnya pulang keesokan harinya sekitar pukul 08.00 WIB. Kepada kedua orang tuanya, gadis tersebut mengaku baru menginap di rumah temannya. “Kami percaya saja,” ujar CEY.

Kebenaran terungkap pada pertengahan Januari 2026. "Sekitar tanggal 15 Januari 2026, istri saya baru dipanggil pihak sekolah. Dari sana kita baru tahu kalau anak saya dilecehkan kakak kelasnya," ungkapnya dengan nada terpukul.

Dari cerita yang disampaikan putrinya, korban awalnya diajak oleh kakak kelasnya yang berinisial GBA untuk jalan-jalan dan bakar-bakar. Namun, setelah diajak berkeliling dengan sepeda motor, korban malah dibawa ke sebuah rumah kosong. "Alasan mereka mampir minum di rumah kosong itu. Anak saya sempat menolak, tapi diancam tidak akan diantarkan pulang. Akhirnya anak saya pun masuk di ruang tamu," beber CEY.

Di dalam rumah kosong itulah, tiba-tiba pelaku mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Saat ayah korban menelepon, pelaku mengancam korban untuk tidak mengatakan apa pun jika ingin pulang dengan selamat.

Menurut pengakuan korban, pelaku merupakan anggota geng motor. "Banyak sajam (senjata tajam) di rumah kosong itu kata anak saya. Ada foto-foto pelaku sedang membawa sajam begitu. Anak saya disekap dan diperkosa, akhirnya saya tidak terima lapor polisi," ucap CEY.

Atas kejadian ini, CEY telah melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Ia berharap putrinya segera mendapatkan keadilan sesuai hukum yang berlaku.

BACA JUGA:Siswi SMK Diperkosa Oknum Tentara

BACA JUGA:Siswi SMP di Surabaya Dicekoki Miras dan Diperkosa hingga Hamil 5 Bulan

Dikonfirmasi terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik, Ipda Hendri Hadiwoso, membenarkan bahwa telah menerima laporan terkait peristiwa penyekapan dan perencanaan tersebut. "Benar sudah kami terima laporannya. Saat ini sudah kami melakukan penyelidikan," terang Ipda Hendri singkat. (*)

*) Mahasiswa MBKM, Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: memoradum.disway.id