KPAI: Kasus Anak Mengakhiri Hidup di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Angka Bunuh Diri Anak di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara-Tangkapan Layar/Eva Blue-Unsplash-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Komisi Perlindungan Anak Indonesia/KPAI) mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kondisi perlindungan anak di Tanah Air.
Indonesia disebut mencatat angka kasus anak mengakhiri hidup tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Artinya, fenomena tersebut pun memasuki level darurat.
"Iya, angka kasus bunuh diri anak di Indonesia termasuk paling tinggi di Asia Tenggara. Kami punya datanya lengkap," ungkap Diyah, dikutup pada Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT, DPR RI Panggil Mendikdasmen dan Minta Polisi Transparan
Bagi Diyah, hal tersebut menunjukan sistem perlindungan anak di Indonesia masih sangat rentan. Dia juga mempertegas menolak jika ada yang menormalisasikan berita terkait anak-anak yang bunuh diri.
"Memang anak ini tidak mampu membeli buku dan pena. Namun, kami juga melihat kemungkinan faktor pengasuhan karena orang tua tidak berada di samping anak. Selain itu, perlu didalami apakah anak juga mengalami bullying di sekolah karena belum memiliki perlengkapan belajar," ungkapnya.
Selanjutnya Diyah menjelaskan sejumlah faktor yang mempengaruhi fenomena anak mengakhiri hidup sangat kompleks. Menurutnya faktor yang paling sering ditemui adalah kasus perundungan sebagai faktor dominan.
"Data di KPAI menunjukkan bahwa faktor paling besar dari anak mengakhiri hidup itu adalah faktor bullying, kemudian faktor pengasuhan, ekonomi, game online, dan asmara," ujarnya.
BACA JUGA:Inilah Isi Surat Mahasiswi Unima yang Bunuh Diri Setelah Dilecehkan Dosen
Menurut Diyah setiap satu nyawa anak yang hilang itu bukti negara serta lingkungan yang masih gagal menyediakan ruang aman bagi anak.
Bahkan Diyah menyatakan bahwa kasus ini menunjukkan bagaimana hak pendidikan anak masi belum terpenuhi.
"Kejadian ini miris banget. Anak yang seharusnya semangat sekolah malah tertekan karena fasilitas pendidikan yang nggak dia dapat. Akhirnya, jalan pintas yang dia ambil," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: