Judi Opsi Samson
ILUSTRASI Judi Opsi Samson.-Arya/AI-Harian Disway-
JUMAT ini, 6 Februari 2026. Di Oman. Sebuah meja sudah digelar. Kursinya pasti empuk. AC-nya pasti dingin. Aroma kopi mungkin menyeruak malu-malu.
Di satu sisi meja: Steve Witkoff. Diplomat kepercayaan Donald Trump. Di seberangnya: utusan Iran.
Pertemuan itu ibarat barang pecah belah. Disenggol sedikit, ambyar. Sempat batal tanggal 4 Februari kemarin. Akhirnya jadi juga hari ini.
Agendanya tertulis ”sopan” di kertas putih. Bicara nuklir. Tapi, pembaca harus tahu, isinya nyawa. Amerika Serikat (AS) ingin Iran berhenti bikin bom atom. Iran ingin AS berhenti mencekik ekonomi mereka. Titik.
Di dalam ruangan itu mungkin hening. Tapi, di luar tembok, dunia sedang berteriak.
Tengoklah langit di atas Selat Hormuz. Pekan ini udaranya sobek. Robek oleh deru mesin jet tempur yang lapar.
Sebuah drone Iran jatuh ke laut. Ditampar jatuh oleh jet tempur AS. Puingnya tenggelam ke dasar teluk. Namun, pesannya mengapung genit di permukaan air: ”Jangan mendekat, Sayang.”
Itu belum seberapa. Beberapa jam sebelumnya, di perairan yang sama, pasukan Iran nekat. Mereka mencoba ”mencolek” tanker berbendera AS. Gagal total. Kapal perang AS keburu datang. Lambungnya bunting oleh rudal. Pasukan Iran pun mundur teratur.
Dua insiden. Satu matahari terbit.
Ini bukan lagi diplomasi. Ini tarian tango di atas silet.
ARMADA OMPONG
SAYA membayangkan Washington malam ini. Lampu di Pentagon pasti terang benderang. Mata para jenderal mungkin merah kurang tidur.
Data logistik mereka tidak bisa bohong. Antara 18 Januari sampai 4 Februari 2026, langit Timur Tengah macet total. Ada 84 penerbangan kargo raksasa C-17 Globemaster III.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: