Judi Opsi Samson
ILUSTRASI Judi Opsi Samson.-Arya/AI-Harian Disway-
Sementara kopi diseduh di Oman, ”Perang Siluman” jalan terus. Darah dibayar darah.
Di Bandar Abbas, Iran Selatan, gedung delapan lantai runtuh misterius Sabtu lalu. Targetnya konon Laksamana Alireza Tangsiri.
Di Teheran, balasannya lebih sakit. Seorang pria digantung mati. Dituduh mata-mata Mossad.
KOPI TERAKHIR
JADI, apa menu hari Jumat ini?
Pilihannya sulit.
AS punya opsi serangan udara. Hancurkan nuklir Iran. Tapi, risikonya stok peluru habis di tengah jalan dan Iran mengamuk.
Iran punya opsi ngaco. Tutup selat. Sebar ranjau laut. Kirim kapal bunuh diri. Minyak dunia berhenti mengalir.
Semua mata kini melirik ke Oman.
Para diplomat berharap agar kopi yang disajikan cukup manis. Cukup kental untuk menelan pil pahit permusuhan. Washington ingin Iran duduk manis dan menyerah. Iran masih mau berdiri menantang.
Dunia memang makin aneh.
Di Florida, kadang iguana beku jatuh dari pohon.
Di angkasa, ilmuwan pusing memikirkan adakah bayi yang lahir di luar bumi.
Tapi, di Selat Hormuz, kecemasannya sangat nyata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: