Anak Bunuh Sekeluarga Sendiri di Warakas, Jakut: Sulitnya Jadi Ortu

Anak Bunuh Sekeluarga Sendiri di Warakas, Jakut: Sulitnya Jadi Ortu

ILUSTRASI Anak Bunuh Sekeluarga Sendiri di Warakas, Jakut: Sulitnya Jadi Ortu.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Lagi, anak laki-laki membunuh ibu dan saudara-saudaranya. Abdullah Syauqi, 22, tersangka pembunuh ibu Siti Solihah, 50, dan dua anaknyi, sulung Afiah Al Adilah, 27, dan Adnan Al Abrar, 13, bungsu. Caranya dicekoki racun. Motifnya, pelaku mengaku dianaktirikan, sering dimarahi ibu. Pembunuhan kian lazim.

PEMBUNUHAN ini terungkap sebulan setelah kematian tiga korban. Semula, pelaku Syauqi berpura-pura jadi korban. Ia berlagak pingsan. Setelah sebulan polisi mendalami, Syauqi ditetapkan tersangka pembunuhan itu.

Keluarga itu punya anak empat. Kepala keluarga Jamaludin sudah meninggal beberapa tahun silam. Istrinya Siti Solihah. Mereka punya empat anak: Afiah Al Adilah, Muhammad Khadafi, Abdullah Syauqi, dan Adnan Al Abrar. 

Mereka mukim di rumah kontrakan di Jalan Warakas 8, RT 06 RW 10, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Itu rumah kontrakan berderet tiga dalam satu halaman depan. Salah satunya dihuni keluarga tersebut. Sebelum kejadian, rumah itu dihuni Siti dan empat anaknyi.

BACA JUGA:Anak Bunuh Ibu di Ponorogo Dikejar Polisi ke Hutan, Pelaku: Aku Sayang Ibu

BACA JUGA:Anak Bunuh-Bakar Ibu sampai Gosong di Mataram: Fenomena Lambat Dewasa

Tiga anak Siti sudah bekerja. Si bungsu masih SMP. Pelaku anak nomor tiga. Ia bekerja di gudang kargo di Sunter, Jakarta Utara.

Jumat siang, 2 Januari 2026, saat Khadafi pulang kerja, tiba di rumah ia mendapati empat keluarganya pingsan semua. Dua di kamar tidur, 1 di ruang tamu, 1 lagi di kamar mandi. Yang tiga, kecuali pelaku, mulut mereka berbusa. Maka, Khadafi minta tolong tetangga.

Para tetangga berdatangan. Melihat itu, warga curiga, lapor polisi. Tim polisi tiba dan mengevakuasi korban. Tiga meninggal dikirim ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Satu pingsan (pelaku) dilarikan ke RSUD Koja, Jakarta Utara.

BACA JUGA:Anak Bunuh Ibu-Anak

BACA JUGA:Analisis Motif Anak Bunuh Ortu di Lebak Bulus

Tiga jenazah diautopsi. Dilakukan uji forensik toksikologi. Dugaan awal keracunan, ditandai mulut berbusa. TKP diperiksa. Polisi menyita botol bekas minuman.

Minggu, 4 Januari 2026, hasil autopsi keluar. Tiga mayat positif keracunan zinc phosphide. Itu senyawa anorganik berbentuk serbuk abu-abu. Biasa digunakan sebagai rodentisida (racun tikus) berdaya toksisitas tinggi.

Dalam jumpa pers, Jumat, 6 Februari 2026, Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri Azhar Darlan mengatakan, zat beracun itu ada di organ tubuh ketiga korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: