BSI Naik Kelas Jadi BUMN Unggulan dan Ubah Peta Perbankan Indonesia
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah), Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri), Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho (dua dari kiri), Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta (dua dari kanan) dan Direktur Risk Management -Dok. BSI-
Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 16,20 persen (YoY) menjadi Rp380 triliun. Pertumbuhan ini didominasi dana murah (CASA) sebesar 61,62 persen atau Rp234 triliun.
Tabungan menjadi engine of growth dengan kenaikan 15,72 persen (YoY) menjadi Rp162,63 triliun. Kinerja DPK tersebut mendorong total aset BSI tumbuh 11,64 persen (YoY) menjadi Rp456 triliun.
BACA JUGA:BSI Pastikan Operasional dan Transaksi Nasabah di Aceh Kembali Normal, Layanan Pulih 100 Persen
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menegaskan, capaian positif tersebut juga ditopang optimalisasi dual license yang dimiliki perseroan, yakni sebagai bank syariah dengan ekosistem Islam yang kuat serta izin sebagai bullion bank.
“Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%,” ujarnya.
Saat ini jumlah rekening Tabungan Haji BSI telah melampaui 6 juta, seiring pertumbuhan nasabah prioritas sebesar 17,30 persen (YoY).
Selain itu, BSI juga dipercaya menyalurkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang seluruhnya telah disalurkan ke sektor pembiayaan. Izin sebagai bullion bank turut berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI telah menjangkau sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas, yang mencakup bullion bank, cicil emas, dan gadai emas.
BACA JUGA:BSI Dukung Danantara Bangun Huntara di Aceh, Percepat Pemulihan Warga Pascabencana
BACA JUGA:Dirut BSI Pimpin Langsung Distribusi Bantuan ke Aceh, Salurkan 27 Ton Sembako
Pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan tersebut mendorong laba bersih BSI tumbuh menjadi Rp7,57 triliun atau naik 8,02 persen (YoY).
BSI Dukung Program Perekonomian Pemerintah
Selain penguatan bisnis inti, BSI juga berkontribusi aktif dalam berbagai program strategis pemerintah.
BSI terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan 1.350 virtual account Mitra BGN, mendukung pembentukan sekitar 80.000 koperasi KDMP, serta menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp12,2 triliun kepada sekitar 90 ribu nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: