BSI Naik Kelas Jadi BUMN Unggulan dan Ubah Peta Perbankan Indonesia

BSI Naik Kelas Jadi BUMN Unggulan dan Ubah Peta Perbankan Indonesia

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (tengah), Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna (kiri), Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho (dua dari kiri), Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta (dua dari kanan) dan Direktur Risk Management -Dok. BSI-

BSI juga mendukung Program 3 Juta Rumah melalui skema FLPP. Sejak merger, BSI telah menyalurkan pembiayaan FLPP sebesar Rp3,5 triliun untuk sekitar 23 ribu unit rumah subsidi.

BACA JUGA:91% Kantor BSI di Aceh Sudah Beroperasi, Medan dan Sumbar Normal 100%

BACA JUGA:BSI Tancap Gas Transformasi Digital, Anggoro Eko Cahyo Raih Penghargaan Sharia Banking Transformation Leader of the Year

Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengungkapkan, jumlah nasabah BSI kini mencapai 23,1 juta atau bertambah 2,03 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur dan digitalisasi, BSI saat ini memiliki 1.049 kantor cabang, sekitar 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), serta kerja sama EDC dengan 21 ribu merchant dan QRIS di 563 ribu merchant. 

Pengguna mobile banking BYOND by BSI tercatat mencapai 5,9 juta, sementara aplikasi BEWIZE digunakan oleh 43 ribu pengguna.

Sepanjang 2025, BSI juga konsisten menjalankan program tanggung jawab sosial melalui penyaluran zakat, beasiswa pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga bantuan kemanusiaan dan kebencanaan, termasuk di Aceh. 

Program tersebut mencakup lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia), serta berbagai bantuan logistik dan pemulihan pascabencana. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: