5 Alat Dapur Mengandung Mikroplastik, Bahaya Kesehatan Mengintai
Mikroplastik umumnya berukuran kecil sekitar 5 mm atau 0,2 inci, yang seringkali tidak kasat mata -pirg.org-website

Sering panaskan makanan langsung di wadah plastik? Suhu tinggi bisa memicu pelepasan mikroplastik. Pindahkan dulu ke kaca atau keramik--pinterest
Kebiasaan memanaskan makanan langsung di wadah plastik juga patut diwaspadai. Suhu tinggi dapat mempercepat pelepasan partikel mikroplastik. Terlebih jika wadah sudah lama atau kualitasnya rendah.
Meski berlabel “microwave safe”, bukan berarti sepenuhnya bebas risiko. Plastik yang terus-menerus terpapar panas bisa mengalami degradasi. Alternatifnya, pindahkan makanan ke wadah kaca atau keramik sebelum dipanaskan.
3. Spons Cuci Piring

Spons terlihat bersih, tapi saat mulai rapuh bisa melepas partikel mikroplastik. Jangan tunggu hancur, segera ganti secara rutin.--pinterest
Spons yang tampak sepele itu ternyata bisa menjadi sumber serpihan mikroplastik. Terbuat dari bahan sintetis, spons akan terurai perlahan. Diakibatkan oleh gesekan saat mencuci peralatan makan.
BACA JUGA:Waspada! 7 Bahaya Tersembunyi Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia yang Perlu Diketahui
BACA JUGA:Orasi Ilmiah Guru Besar Unair Prof Lilis: Semua Bisa Terpapar Mikroplastik
Partikel kecilnya bisa ikut terbawa air. Lalu menempel kembali pada peralatan dapur. Jika spons sudah tipis, rapuh, atau mudah hancur, itu tanda harus segera diganti.
4. Sendok dan Spatula Plastik
Alat pengaduk berbahan plastik sering digunakan untuk memasak di wajan panas. Kontak langsung dengan suhu tinggi dalam waktu lama dapat membuat permukaannya melunak. Lalu terkelupas.
Tanpa disadari, serpihan mikroplastik sangat kecil itu bisa tercampur dalam sup, saus, atau tumisan. Pilihan yang lebih aman adalah menggunakan spatula kayu, stainless steel, atau silikon food grade berkualitas baik.
5. Botol Minum dan Dispenser Galon
Botol plastik yang dipakai berulang kali, terutama jika sering terpapar panas matahari atau air panas, berisiko melepaskan partikel kecil. Hal serupa juga berlaku pada galon air isi ulang yang telah digunakan berkali-kali dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Bahaya Mikroplastik di Balik Teh yang Anda Minum
BACA JUGA:Ecoton Ungkap 5 Teh Celup Ternama Mengandung Mikroplastik, Apa Risikonya bagi Kesehatan?
Goresan, retakan halus, dan paparan suhu ekstrem mempercepat proses pelepasan mikroplastik. Ganti saja botol plastik dengan tumbler stainless steel atau kaca. Itu bisa menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Lantas, apakah mikroplastik berbahaya? Sejumlah penelitian menemukan partikel itu sudah terdeteksi di air minum, makanan laut, bahkan dalam tubuh manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber