Talkshow Stand Together, Facing Cancer: Terapi Kanker Kian Canggih, Skrining Bisa Deteksi Gejala Awal
INTERACTIVE TALKSHOW Stand Together, Facing Cancer bersama Prayudi Tetanto, dokter spesialis paru Adi Husada Cancer Center, pada Jumat, 13 Februari 2026.-Najwa Rana-Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Komunitas Senam Dahlan Iskan Surabaya dan Adi Husada Cancer Center mengumpulkan lebih dari seratus orang di halaman tengah Kantor Harian Disway pada Jumat, 13 Februari 2026. Setelah Senam Sehat dalam rangkaian We Cancervive, Empowering You, mereka mengikuti gelar wicara kesehatan bersama narasumber mumpuni.
Interactive Talkshow bersama dr. Prayudi Tetanto, Sp.P, FCCP, FISR dipandu host Nara Kinasih. Tema yang dibawakan adalah Stand Together, Facing Cancer. Deteksi dini kanker menjadi fokus utama pagi itu.
Di hadapan para peserta We Cancervive, Empowering You itu, Prayudi yang merupakan dokter spesialis paru mengatakan bahwa kanker adalah penyakit yang kerap datang tanpa gejala. Maka, seringkali pasien datang berobat saat kondisinya sudah parah.
Jika situasi itu yang terjadi, maka upaya penyembuhan pun tidak bisa optimal. Peluang untuk meningkatkan kesehatan pasien juga menjadi sulit. Karena itulah, prinsip utama kanker adalah mencegah lebih baik ketimbang mengobati.
BACA JUGA:Cegah Kanker Serviks, Pemkot Masifkan Vaksinasi HPV
“Kalau kita mendeteksinya pada stadium awal, stadium satu atau dua, kemungkinan hidup di atas lima tahun itu bisa lebih dari 90 persen,” kata Prayudi di hadapan para peserta.
Banyak pasien, imbuhnya, baru datang ke rumah sakit ketika kondisi stadium lanjut. Padahal, perbedaan peluang hidup antara stadium awal dan stadium akhir sangat signifikan.

CEK KESEHATAN GRATIS yang diselenggarakan Adi Husada Cancer Center menjadi jujukan peserta We Cancervive, Empowering You pada Jumat, 13 Februari 2026. -Najwa Rana-Harian Disway
Ia menambahkan bahwa kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena kanker paru adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun yang terpapar polusi dalam jangka panjang.
Demikian pula mereka yang tinggal atau bekerja di kawasan industri, memiliki riwayat genetik kanker paru, dan perokok aktif maupun pasif.
BACA JUGA:6 Gejala Kanker yang Sering Disepelekan, Kenali Tanda Awal Sejak Dini
“Perokok pasif itu dianggap berisiko sama dengan perokok aktif. Rokok tembakau, kretek, elektrik, sama-sama berisiko,” tegas Prayudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: