Chess Kids 2026 Jadi Ajang Regenerasi Catur Surabaya
Suasana pertandingan catur, Chess Kids: Standard Chess Competition 2026. Sabtu, 14 Februari 2026-Tri Yoga Arya-Harian Disway
Menurut Andi, untuk meraih rating dari federasi dunia (FIDE Rated), atlet harus kuat di nomor klasik. Namun, turnamen kategori itu untuk usia dini masih sangat minim di Indonesia.
"Anak-anak harus dibiasakan berpikir mendalam dan tidak terburu-buru. Ini mentalitas dasar yang membedakan pecatur biasa dengan calon Grandmaster," tegas pria 23 tahun itu.
Pihak penyelenggara sudah menyiapkan peta jalan kompetisi yang berjenjang. Juara pertama dan peraih gelar Best Lady pada ajang tersebut mendapatkan hadiah uang tunai masing-masing Rp300 ribu dan Rp100 ribu beserta piagam.
BACA JUGA:Usai 32 Emas di PON Bela Diri 2025, KONI Jatim Siapkan Strategi Baru Menuju Manado 2026
BACA JUGA:SEA Games 2025 Jadi Debut Manis Dhinda Amartya, Tunggal Putri Indonesia Kini Lebih Dalam
Selain itu, mereka berhak atas Golden Ticket. Tiket spesial itu menjadi akses langsung untuk bertanding di turnamen Cap Kapal di BG Junction yang berskala terbuka (open).
Rangkaian kompetisi itu akan terus bergulir hingga akhir tahun. Para jawara dari setiap kategori bulanan nantinya akan diadu kembali dalam ajang Champions War pada November mendatang.
Puncaknya, juara putra dan putri di ajang tersebut akan difasilitasi mengikuti turnamen FIDE Rated pada Desember 2026. Tujuannya agar mereka memiliki rating internasional secara resmi.
Dini Irmawati, salah satu wali murid yang hadir, mengapresiasi adanya wadah itu. Dia sengaja mengikutsertakan anaknya untuk merasakan atmosfer kompetisi di luar lingkungan sekolah.
BACA JUGA:Erick Thohir Evaluasi Cabor Gagal Raih Emas di SEA Games 2025, Sistem Promosi-Degradasi Diterapkan
BACA JUGA:Citraland Marathon 2025 Jadi Magnet 5.500 Pelari di Surabaya
Bagi perempuan 38 tahun itu, kemenangan bukan menjadi target utama. Ia lebih menekankan pada pematangan mental agar anaknya tahu bahwa persaingan di luar sangat kompetitif.
"Supaya dia tahu kalau di luar sana banyak yang lebih hebat. Ini penting agar anak tidak cepat puas dan tetap mau belajar," kata Dini.
Meski putranya sempat kalah di babak kedua, antusiasme peserta tetap tinggi. Hal itu terlihat saat sang anak mengangguk mantap ketika ditanya kesiapannya mengikuti turnamen selanjutnya.
Warkotea Suroboyo sendiri dipilih karena lokasinya merupakan basecamp latihan rutin para pecatur junior. Seluruh peralatan seperti jam catur, papan, hingga kertas notasi disediakan penuh oleh panitia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: