Malam Imlek, Masyarakat Tionghoa Menjeda Kesibukan dan Rutinitas untuk Hadir dalam Keluarga

Malam Imlek, Masyarakat Tionghoa Menjeda Kesibukan dan Rutinitas untuk Hadir dalam Keluarga

Malam Imlek 2026 : momen hangat yang selalu dinanti masyarakat Tionghoa di tengah kesibukan kota.-Rachasuk-iStockphoto.com

HARIAN DISWAY - Malam Imlek punya makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Di hari-hari lain, urusan kerjaan boleh tak berjeda. Notifikasi ponsel pun sambung menyambung tanpa henti.

Namun, rutinitas itu terpaksa diabaikan menjelang Imlek. Ada yang lebih sakral dan tak bisa ditunda-tunda. Yakni, berkumpul bersama keluarga

Pergantian Lunar Calendar harus dijalani bersama keluarga. Seperti itulah tradisi yang membuat masyarakat Tionghoa di seluruh dunia selalu menyempatkan pulang ke rumah. Bahkan, mudik ke kampung halaman, tempat keluarga besar berada.

Menyambut pergantian tahun bersama keluarga adalah inti dari perayaan Imlek yang sebenarnya. Karena itulah, urusan-urusan yang lain harus ditunda. 

BACA JUGA:Makna Warna Merah dan Emas Saat Imlek dalam Gaya Hidup Modern, Keberuntungan dan Kemakmuran

BACA JUGA:Jelang Imlek, Pakar Fengshui Liem Tiong Yang Sebut Arah Bintang Bencana Tai Sui Ada di Selatan


MAKAN MALAM Imlek menjadi momen sakral bagi keluarga Tionghoa meja bundar, hidangan penuh makna, dan tawa yang kembali menyatukan.-Edwin Tan-iStockphoto.com

Imlek adalah tentang kebersamaan dan penghormatan kepada leluhur. Imlek juga menjadi refleksi dan evaluasi bagi tiap keluarga, memastikan ikatannya tetap utuh meski didera beragam kesibukan.

Kesakralan yang tetap terjaga itulah yang membuat malam Imlek dinantikan oleh banyak keluarga Tionghoa. Momentum itu sengaja diciptakan untuk menghadirkan jeda, agar rutinitas tidak menjadi beban.

Tradisi yang paling dinanti tentu saja makan malam bersama atau reunion dinner. Meja bundar dalam keluarga-keluarga Tionghoa dipilih bukan tanpa alasan. Meja bundar melambangkan keutuhan dan kebersamaan.

Filosofinya, mereka yang duduk bersama mengelilingi meja bundar itu akan selalu terikat dalam kesatuan yang utuh. Bonding keluarga direkatkan dalam jamuan makan itu.

BACA JUGA:Pesan Menag di Imlek 2577 Kongzili: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan 

BACA JUGA:Imlek 2026: Tradisi, Makna Angpao, hingga Harapan Tahun Baru


SAJIAN makan pada malam Imlek selalu istimewa dari masa ke masa. -Edwin Tan-iStockphoto.com

Aneka hidangan tersaji dengan makna simbolis. Ikan utuh sebagai lambang kelimpahan. Mi panjang umur sebagai doa agar diberi usia yang panjang.

Kue keranjang yang manis sebagai harapan hubungan keluarga tetap lengket dan harmonis. Bagi masyarakat Tionghoa, setiap menu bukan sekadar santapan, melainkan doa yang disajikan di atas piring.

Kebersamaan itu berlanjut dengan sembahyang leluhur yang dilakukan dengan khidmat. Di tengah deraan modernisasi, nilai penghormatan kepada orang tua dan leluhur tetap dijaga.

Doa dipanjatkan sebagai bentuk syukur atas tahun yang telah dilalui sekaligus harapan untuk tahun yang akan datang. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa keluarga bukan hanya tentang yang duduk bersama malam itu, tetapi juga tentang akar yang terus dirawat.

BACA JUGA:Perilaku Digital Warnai Imlek Zaman Now: Kirim Angpao Online, Checkout Bingkisan via Promo

BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Singkirkan 7 Benda Pembawa Sial Ini dari Rumah, Agar Energi Baik Datang

Tak ketinggalan, momen berbagi angpao selalu menghadirkan tawa. Anak-anak menunggu dengan mata berbinar, sementara orang tua dan kerabat yang lebih tua memberikan amplop merah sebagai simbol restu dan doa baik.

Warna merah dipercaya membawa keberuntungan dan menolak hal-hal buruk. Namun, lebih dari itu, angpao menjadi cara sederhana untuk menanamkan nilai berbagi dan perhatian antargenerasi.

Di tengah kesibukan kota yang sering membuat jarak terasa dekat tapi hubungan terasa jauh, malam Imlek menghadirkan kehangatan yang berbeda. Ia bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang memastikan keluarga tetap menjadi prioritas. (*)

BACA JUGA:Sambut Tahun Kuda Api di Kelenteng Sam Poo Kong, Konjen Tiongkok Ye Su Bikin Shufa

BACA JUGA:Kunjungi Kelenteng Boen Bio Surabaya, Konjen Tiongkok Ye Su Goreskan Sishui dalam Aksara Hanzi

*) Mahasiswa Magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, UNTAG.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber