Belajaraya 2026, Kenalkan Prinsip Pengasuhan CINTA demi Mencintai dengan Lebih Baik

Belajaraya 2026, Kenalkan Prinsip Pengasuhan CINTA demi Mencintai dengan Lebih Baik

Belajaraya 2026 di Surabaya menghadirkan sesi Rangkul dengan memperkenalkan lima prinsip pengasuhan dalam keluarga. - Ilmi Bening - Harian Disway

HARIAN DISWAY - Belajaraya berlangsung di Surabaya pada Sabtu, 7 Februari 2026. Surabaya menjadi lokasi perayaan yang ke-6, setelah event yang sama di kota-kota lainnya pada 2024 dan 2025.

Belajaraya pernah digelar di Jakarta, Denpasar, Bandung, Makassar, dan Semarang. Event tersebut diselenggarakan oleh jejaring Semua Murid Semua Guru (SMSG).

Peserta Belajaraya di Surabaya terdiri dari masyarakat umum dan komunitas. Lewat sesi Rangkul (Relawan Keluarga Kita), mereka berbagi cerita tentang suka duka pengasuhan. 

“Hari ini kita memakai tagline Mencintai dengan Lebih Baik. Banyak orang tua yang cerita, terkadang mereka sulit menunjukkan rasa cinta kepada anaknya dalam kondisi tertentu,” kata Henny Maya, fasilitator Rangkul Surabaya.

BACA JUGA:Single Baru Temani Langkahmu (Bertumbuhlah) Karya Agnes Santoso, Ungkap Refleksi Mendalam Proses Pengasuhan

BACA JUGA:Tip Co-Parenting, Kenali Inner Child Orang Tua untuk Berikan Rasa Nyaman Pada Anak

Henny lantas memperkenalkan prinsip yang disingkat dengan CINTA dalam sesi Rangkul pagi itu. “C” diterjemahkan sebagai "cari cara sepanjang masa".

Itu karena setiap anak memiliki kebutuhan pengasuhan yang berbeda dalam perkembangannya menjadi individu dewasa. Maka, pengasuhan pun harus fleksibel. Orang tua harus terus mencari cara untuk bisa klop dengan anak.

“I” artinya "ingin impian tinggi". Itu melambangkan harapan dan kepercayaan pada masing-masing keluarga. Anak butuh kepercayaan dari orang tua agar lebih percaya diri dalam menunjukkan bakat atau kemampuan mereka.

“N” maksudnya "nerima tanpa drama". Prinsip tersebut menekankan bahwa kehidupan sehari-hari yang diwarnai anak tantrum, kesalahpahaman dengan pasangan, relasi dengan mertua maupun orang tua yang kurang harmonis adalah hal biasa dan wajar. 

BACA JUGA:Hari Ibu 2025: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Terapkan Parenting Nikita Willy dan Nikita Mirzani

BACA JUGA:4 Cara Smart Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Seimbang di Sekolah, Hobi, dan Kehidupan


PESERTA BELAJARAYA duduk melingkar saat sesi Rangkul pada Sabtu, 7 Februari 2026. - Ilmi Bening - Harian Disway

Di sisi lain, keluarga pun harus bisa menjadi supporting system. Dalam arti, menerima dan membantu, terlebih ketika ada salah satu anggota keluarga yang sedang mengalami kesulitan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: