Makna Kibasan Ekor Anjing, Sarana Interaksi dan Komunikasi
Ekor pada anjing merupakan sarana untuk berkomunikasi. Ekor yang tinggi, misalnya, menunjukkan sikap percaya diri.--freepik.com
Posisi ekor yang tinggi sering dikaitkan dengan perasaan percaya diri, dominan, atau sangat bersemangat. Sebaliknya, ekor yang berada pada posisi horizontal, biasanya menandakan anjing merasa tenang. Atau sedang penasaran.
Jika ekor berada dalam posisi rendah, terlebih jika terselip di antara kedua kaki belakang, umumnya menjadi tanda ketakutan. Ia sedang merasa tidak aman. Bisa dimaknai sebagai sikap ketundukan.
Anak anjing ternyata belum langsung mengibaskan ekornya sejak lahir. Mereka baru melakukannya sekitar usia enam minggu. Menariknya, bukan hanya anjing peliharaan yang mengibaskan ekor. Serigala liar juga.
BACA JUGA:Studi: Tatapan Anak Anjing Ungkap Koneksi Lebih Dalam antara Anjing dan Manusia
BACA JUGA:Buku Cone of Shame, Tampilkan Anjing dengan Penyangga Leher Artistik
Dilansir wolfcenter.com serigala sering mengibaskan ekor yang kaku. Tampak seperti bandul jam. Artinya ada dua: ia sedang bergembira atau sedang dalam kewaspadaan tinggi.
Sementara kibasan yang lebih lentur dan mengalir, seperti gerakan ular, biasanya menunjukkan perilaku ingin bermain atau menyapa.
Penelitian dilansir NBCNews.com mengungkapkan bahwa anjing tidak mengibaskan ekor saat sendirian. Bahkan ketika diasumsikan sedang merasa senang.
Hal itu memperkuat dugaan. Bahwa kibasan ekor merupakan bentuk komunikasi sosial. Jadi, tak semata ekspresi emosi pribadi.

Tidak hanya ekor. Perhatikan posisi telinga, postur tubuh secara keseluruhan, hingga kondisi bulu dan ekspresi mata pada anjing.--freepik.com
BACA JUGA:Mengenal Cynopobia, Fobia Terhadap Anjing Seperti di Drakor A Good Day to be A Dog
BACA JUGA:Pawjoeang 2023, Lomba untuk Anjing dengan Total Hadiah sampai 25 Juta
Lebih jauh lagi, arah kibasan ekor juga diduga memiliki makna tertentu. BBC News menyebut bahwa penelitian sebelumnya menunjukkan hal unik.
Anjing yang bahagia cenderung mengibaskan ekornya lebih dominan ke arah kanan (dari sudut pandang anjing). Sebaliknya, anjing yang gugup atau waspada cenderung menggerakkan ekornya lebih ke kiri.
Megan Gannon, pemerhati anjing dalam tulisannya dilansir The Washington Post, memaparkan penelitiannya tentang sikap anjing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: pethealthnetwork.com