Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza, Siap Kirim 8.000 Prajurit

Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza, Siap Kirim 8.000 Prajurit

Mayor Jenderal Jasper Jeffers (kanan) di forum Board of Peace mengumumkan penunjukkan Indonesia untuk menduduki Wakil Komandan pasukan perdamaian di Gaza yang diberi nama International Stabilization Forces (ISF)-Chip Somodevilla/AFP-

HARIAN DISWAY - Indonesia resmi dipercaya menempati posisi Wakil Komandan dalam International Stabilization Force (ISF). ISF sendiri adalah pasukan stabilisasi internasional yang dibentuk untuk menjaga keamanan dan mendukung perdamaian di Gaza.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026. Forum itu turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.

Jeffers menyatakan dirinya telah menawarkan posisi Wakil Komandan kepada Indonesia dan tawaran itu diterima. Dengan keputusan tersebut, Indonesia akan memegang peran strategis dalam struktur komando ISF sejak tahap awal pembentukannya.

“Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” kata Jasper dalam keterangan resminya.

BACA JUGA:Trump Apresiasi Kontribusi Indonesia Kirimkan Pasukan Perdamaian ke Gaza

BACA JUGA:Pertemuan Perdana Board of Peace, Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian di Palestina

ISF dirancang sebagai pasukan multinasional yang bertugas menstabilkan situasi di Gaza pasca perang Israel Hamas yang berlangsung sejak tahun 2023 lalu. 

Target kekuatan awal pasukan ISF mencapai 20.000 personel, termasuk dari unsur militer dan kepolisian. Indonesia sebelumnya menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 prajurit TNI apabila mandat resmi pasukan disepakati. 

Kontingen Indonesia direncanakan menjalankan misi non-tempur, dengan fokus pada pengamanan, dukungan kemanusiaan, layanan medis, serta rekonstruksi.

Selain Indonesia, sejumlah negara lain juga menyatakan komitmen bergabung. Maroko menjadi negara Arab pertama yang menyatakan kesiapan mengirim pasukan. Dukungan juga datang dari Albania, Kazakhstan, dan Kosovo.

BACA JUGA:Indonesia Bersuara di Pertemuan DK PBB, Pendudukan Israel di Tepi Barat Hambat Perdamaian

BACA JUGA:Prabowo Terima Undangan Rapat Board of Peace di AS

ISF tidak dirancang sebagai pasukan tempur. Mandat utamanya adalah mengawasi gencatan senjata dan memastikan stabilitas keamanan agar pemerintahan sipil dapat berjalan kembali di Gaza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: