Ramadan 2026: Tren Kurangi Gula, Garam, dan Lemak saat Berbuka Puasa Makin Meningkat
Makanan sehat dan rendah gula pada Ramadan kali ini dicari semua jenis kalangan untuk berbuka puasa.--Pinterest
Kepedulian terhadap kesehatan juga memunculkan kebiasaan baru yang positif. Seperti, membaca label nutrisi pada produk makanan dan memilih bahan yang lebih alami.
Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah. Tetapi juga momentum memperbaiki gaya hidup.
Gaya Hidup Sehat jadi Tren Ramadan Modern

NUTRISI dalam sajian berbuka mulai diperhatikan dengan serius di tiap rumah tangga pada Ramadan 2026 ini. --Pinterest
Kesadaran mengurangi GGL tidak hanya berdampak pada kesehatan. Tetapi juga membentuk tren gaya hidup baru dalam masyarakat.
BACA JUGA:Cito Roso Dwipantara Sajikan Menu Berbuka Puasa Nusantara di Hotel Ikonik Surabaya
BACA JUGA:Berbuka Puasa yang Segar dan Mewah dengan Seafood on Ice di DoubleTree by Hilton Surabaya
Ramadan kini menjadi ajang untuk menerapkan pola hidup seimbang. Bukan sekadar menahan lapar dan haus.
Di media sosial, edukasi tentang menu sehat selama puasa semakin populer. Banyak konten yang mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih makanan, serta menghindari konsumsi berlebihan saat berbuka.
Ramadan 2026 menunjukkan adanya pergeseran pola pikir masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan mengurangi gula, garam, dan lemak, ibadah puasa tidak hanya memberikan manfaat spiritual. Tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. (*)
BACA JUGA:Berbuka Puasa dengan yang Manis, Mitos atau Fakta?
BACA JUGA:Manfaat Mengonsumsi Buah Kurma saat Berbuka Puasa
*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: