Membatalkan Puasa saat Terjebak Macet, Seteguk Air Putih dan Niat Sudah Cukup
Ramadan identik dengan macet sore hari Simpan air atau kurma di kendaraan agar tak panik saat waktu berbuka tiba--freepik
HARIAN DISWAY - Menjelang Magrib, jalanan padat. Klakson bersahutan. Lampu rem berderet panjang. Bagi yang sedang berpuasa, situasi itu cukup rumit.
Azan berkumandang, waktunya membatalkan puasa. Tapi kendaraan belum bergerak. Fenomena terjebak macet saat buka puasa hampir selalu terjadi setiap Ramadan.
Terutama di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bandung. Banyak orang panik. Karena tidak sempat membeli takjil. Bahkan ada yang tidak membawa bekal sama sekali.
Lalu, bagaimana seharusnya membatalkan puasa dalam kondisi seperti itu? Anda sudah tahu, dalam Islam, membatalkan puasa cukup dengan masuknya waktu Magrib.
BACA JUGA:Cara Aman Jaga Gula Darah saat Buka Puasa Ramadan 2026
BACA JUGA:Buka Puasa Ramadan 2026 dan Adab yang Sering Terlupakan

Buka puasa di tengah kemacetan Sah atau tidak Ini penjelasan yang jarang diketahui--Pinterest
Juga adanya niat untuk berbuka. Tidak harus langsung dengan makanan berat. Bahkan seteguk air saja sudah cukup.
Rasulullah Saw menganjurkan berbuka dengan yang manis dan sederhana. Dalam beberapa riwayat, disebutkan beliau berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, dengan air putih.
Artinya, jika terjebak macet dan tidak membawa makanan, bisa minum air mineral yang ada dalam tas atau mobil. Itu sudah sah sebagai pembatal puasa. Tidak perlu menunggu sampai tiba di rumah.
Jika sama sekali tidak tersedia makanan atau minuman, maka secara hukum, seseorang tetap dianggap telah berbuka.
BACA JUGA:Berbuka Puasa dengan yang Manis, Mitos atau Fakta?
BACA JUGA:Manfaat Mengonsumsi Buah Kurma saat Berbuka Puasa

Tak sempat beli takjil karena macet Ternyata ada cara sederhana untuk tetap berbuka tepat waktu--freepik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: