Rezim Bodoh

Rezim Bodoh

ILUSTRASI Rezim Bodoh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Sebagai anak muda yang kritis, sangat bisa dipahami mengapa Tiyo kehabisan istilah untuk menggambarkan rezim Prabowo-Gibran. Tiyo marah terhadap kasus bunuh diri siswa SD di NTT. 

Ia  tidak bisa membeli alat tulis dan buku sekolah karena orang tuanya miskin. Sementara itu, Prabowo dengan bangga membual dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang menghabiskan anggaran Rp335 triliun.

Tiyo marah dan menganggap bodoh pemakaian istilah gratis dalam MBG. Seolah-olah program itu giveaway dari pemerintah, padahal rakyat membayar dengan pajak hasil cucuran darah dan keringat.

Mungkin kita semua lebih merasa terwakili oleh Tiyo ketimbang oleh para anggota DPR yang tone deaf terhadap banyak persoalan. DPR tidak bereaksi terhadap Prabowo yang bergabung dengan Board of Peace bikinan Donald Trump dan dengan ikhlas rela dipalak Rp17 triliun oleh Trump.

Banyak drama di DPR, yang dalam kategori Tiyo, disebut bodoh. Ada anggota DPR yang bikin pernyataan kontroversial mengenai tunjangan perumahan anggota DPR. Alih-alih disanksi, anggota DPR itu malah dipromosikan menjadi hakim agung. Posisinya sebagai anggota DPR digantikan anak kandungnya.

Ada anggota DPR keponakan presiden yang bikin pernyataan kontroversial dan mendapat respons keras dari netizen. Ia kemudian mengajukan pengunduran diri. Namun, oleh pimpinan DPR, pengunduran diri ditolak, ia tetap menjadi anggota DPR. 

Ada wakil ketua Komisi III DPR yang bikin pernyataan yang dianggap menyakiti perasaan rakyat mengenai tunjangan perumahan anggota DPR. Rumahnya nan megah bak istana dijarah dan dihancurkan rakyat. Ia disanksi. Namun, dalam enam bulan sekarang, ia balik lagi pada posisi dan jabatan yang sama.

Ada anggota DPR yang joget-joget saat sidang. Rakyat marah dan menjarah rumah-rumahnya yang bak istana. Beberapa bulan kemudian anggota DPR itu sudah balik ke DPR dan kembali ”cengengas-cengenges”.

Ada keponakan presiden yang oleh publik dianggap tidak cukup kompeten untuk menjadi wakil gubernur BI (Bank Indonesia). Dengan simsalabim, ia bisa mem-by pass banyak orang senior, kemudian dilantik menjadi wakil gubernur BI.

Coba tanyakan kepada Tiyo mengenai berbagai drama itu. Sangat mungkin ia akan menjawab ”bodoh”. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: