Kasus Anak Mati oleh Ibu Tiri di Sukabumi: Ujian Efek Cinderella
ILUSTRASI Kasus Anak Mati oleh Ibu Tiri di Sukabumi: Ujian Efek Cinderella.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Hasil riset menyimpulkan bahwa anak tiri di Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat memang memiliki risiko yang jauh lebih tinggi terhadap penganiayaan anak dalam berbagai bentuk, terutama pemukulan yang berakibat fatal.
Dalam situasi saat keluarga memiliki anak kandung dan anak tiri, penelitian menemukan bahwa orang tua tiri umumnya lebih menyukai anak kandung mereka.
Dalam keluarga seperti itu, anak tiri menjadi sasaran eksklusif 9 dari 10 kali dalam satu penelitian dan 19 dari 22 kali dalam penelitian lain.
Misalnya, rata-rata, orang tua tiri kurang berinvestasi dalam pendidikan, kurang bermain dengan anak tiri, dan kurang membawa anak tiri ke dokter jika sakit, di antara hal-hal negatif lainnya.
Mengapa itu terjadi?
Daly dan Wilson berteori, pengasuhan anak manusia begitu lama dan mahal. Dengan demikian, psikologi orang tua yang dibentuk oleh seleksi alam tidak mungkin sembarangan.
Daly dan Wilson, yang belajar neurosains dan perilaku manusia di McMaster University, Ontario, Kanada, menyatakan bahwa pengukuran mereka tentang validitas efek Cinderella didasarkan data American Humane Association (AHA), arsip laporan pelecehan anak di AS yang menyimpan lebih dari 20 ribu laporan.
Catatan itu membuat mereka menyimpulkan bahwa seorang anak di bawah usia 3 tahun yang tinggal dengan satu orang tua kandung dan satu orang tua tiri di AS pada 1976 berkemungkinan sekitar tujuh kali lebih besar menjadi korban pelecehan daripada anak yang tinggal dengan dua orang tua kandung.
Digambarkan, ketika seekor singa jantan imigran memasuki kawanan, tidak jarang ia membunuh anak-anak singa hasil perkawinan singa jantan lain.
Sebab, kawanan hanya dapat menyediakan dukungan terbatas untuk anak singa agar dapat bertahan hidup hingga dewasa. Pembunuhan anak-anak singa oleh jantan yang bukan bapaknya meningkatkan peluang keturunannya untuk bertahan hidup hingga dewasa.
Pengamatan itu menunjukkan bahwa singa jantan menggunakan tindakan tertentu untuk memastikan bahwa investasi parental diarahkan secara khusus kepada keturunannya sendiri.
Tidak seperti singa, manusia dalam situasi orang tua tiri menghadapi pertukaran yang lebih rumit. Ortu tiri tidak dapat sepenuhnya menolak anak pasangan mereka dari hubungan sebelumnya. Sebab, mereka akan berisiko kehilangan akses seksual dengan pasangan mereka dan peluang untuk menghasilkan keturunan potensial.
Maka, menurut Daly dan Wilson, investasi orang tua tiri dapat dilihat sebagai upaya perkawinan untuk memastikan kemungkinan reproduksi di masa depan dengan si orang tua anak tiri mereka.
Di kasus Sukabumi, belum terbukti TR membunuh Nizam. Namun, bukti penganiayaan sudah ada dari saksi korban. Polisi akan menentukan, itu penganiayaan atau pembunuhan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: