Nonton Mukbang di Media Sosial Saat Ramadan, Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

Nonton Mukbang di Media Sosial Saat Ramadan, Batal atau Tidak? Ini Penjelasannya

hukum menonton konten mukbang di media sosial saat sedang berpuasa--Freepik

HARIAN DISWAY – Ramadan menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, termasuk menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa. 

Namun, di era digital, muncul pertanyaan baru: bagaimana hukum menonton konten mukbang di media sosial saat sedang berpuasa? Apakah bisa membatalkan puasa atau hanya sekadar mengurangi pahala?

Mukbang sendiri merupakan konten video yang menampilkan seseorang menyantap makanan dalam porsi besar sambil berinteraksi dengan penonton. 

Konten ini banyak ditemukan di platform seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube, dan kerap muncul di beranda meski sedang bulan Ramadan. Jadi inilah hukum menonton mukbang, apakah bisa membatalkan atau hanya mengurangi pahala?

BACA JUGA:Habib Ja'far Komentari Dosa Tidaknya Nonton Mukbang Saat Puasa

BACA JUGA:Hukum Islam Keramas di Siang Hari saat Puasa

Hukum Menonton di Bulan Puasa?


MENONTON konten mukbang di media sosial menjadi aktivitas sehari-hari masyarakat modern. --vandiapp

Secara hukum fikih, menonton mukbang tidak membatalkan puasa. Hal ini karena yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja, seperti makan dan minum, atau melakukan hubungan suami istri di siang hari Ramadan.

Menurut penjelasan Majelis Ulama Indonesia (MUI), puasa batal apabila ada aktivitas fisik yang secara jelas melanggar ketentuan syariat.

Melihat makanan, membayangkan rasa, atau menyaksikan orang lain makan tidak termasuk kategori pembatal puasa.

Artinya, meski seseorang menonton video mukbang selama berjam-jam, puasanya tetap sah selama ia tidak tergoda untuk benar-benar makan atau minum sebelum waktu berbuka.

BACA JUGA:Sedang Hamil Tapi Ikut Berpuasa, Aman Tidak Ya? Begini Penjelasannya

BACA JUGA:Panduan Lengkap Kegiatan Puasa Ramadan 2026, Dari Sahur, Ngabuburit, hingga Tarawih

Bisa Mengurangi Pahala?

Meski tidak membatalkan, ulama mengingatkan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hawa nafsu dan fokus ibadah.

Jika menonton mukbang justru membuat seseorang semakin lapar, gelisah, atau terobsesi dengan makanan, maka dikhawatirkan dapat mengurangi kualitas puasa.

Pendakwah muda Habib Husein Ja'far Al Hadar pernah menjelaskan bahwa puasa adalah latihan pengendalian diri. Jika tontonan justru memperkuat dorongan nafsu makan dan mengalihkan dari aktivitas ibadah, maka nilai spiritual puasanya bisa berkurang.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa orang yang berpuasa harus meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Artinya, memilih tontonan yang lebih bermanfaat selama Ramadan tentu lebih dianjurkan.

BACA JUGA:Doa Pembuka Rezeki untuk Pedagang Online dan UMKM, Ramadan Penuh Berkah

BACA JUGA:4 Doa Ramadan yang Bisa Diajarkan untuk Anak TK, Bantu Si Kecil Semangat Puasa Setengah Hari

Bijak Menggunakan Media Sosial

Ramadan bukan berarti harus sepenuhnya meninggalkan media sosial. Namun, penggunaannya perlu lebih bijak. Mengisi waktu dengan kajian online, membaca Al-Qur’an digital, atau konten inspiratif tentu lebih selaras dengan semangat bulan suci.

Intinya, menonton mukbang saat puasa tidak membatalkan puasa, tetapi berpotensi mengurangi pahala jika memicu hawa nafsu dan melalaikan ibadah. Pilihan ada di tangan masing-masing, apakah ingin sekadar menahan lapar, atau sekaligus memaksimalkan pahala Ramadan. (*)

*) Mahasiswa Magang Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: mui.or.id