Cara Mencegah GERD Kambuh saat Puasa Ramadan
Cara mencegah sakit lambung saat bulan ramadan.--Freepik
Memberikan jeda sebelum menyantap makanan utama menjadi langkah sederhana namun efektif. GERD pun tak kambuh lagi.
Menghindari Makanan Pemicu Asam Lambung
Pemilihan menu berbuka dan sahur sangat menentukan kestabilan asam lambung selama Ramadan.
Makanan pedas, gorengan, santan berlebihan, cokelat, kafein, hingga minuman bersoda diketahui dapat memicu peningkatan produksi asam lambung.
BACA JUGA:Ini Waktu Terbaik Minum Kopi saat Puasa Ramadan agar Tidak Perih di Lambung
BACA JUGA:5 Kebiasaan yang Bikin Sariawan saat Puasa Ramadan, Tapi Sering Tak Disadari
Penderita GERD dianjurkan memilih makanan yang lebih ringan, rendah lemak, dan mudah dicerna.
Berdasarkan rekomendasi dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), penderita GERD sebaiknya menghindari makanan yang dapat melemahkan katup esofagus.
Memperbanyak konsumsi sayur, buah tidak asam, serta protein tanpa lemak dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil selama puasa.
Tidak Langsung Tidur Setelah Sahur

Tidak langsung tidur setelah sahur karena dapat memicu sakit lambung.-LoperOnlineCom-Pinterest
Kebiasaan tidur segera setelah sahur menjadi salah satu pemicu utama kambuhnya GERD. Posisi berbaring memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Terutama ketika perut dalam kondisi penuh.
BACA JUGA:Cara Aman Jaga Gula Darah saat Buka Puasa Ramadan 2026
BACA JUGA:Tip Mencegah Bau Mulut Saat Puasa Ramadan 2026
Maka, disarankan memberi jeda. Setidaknya dua hingga tiga jam sebelum kembali berbaring.
Jika waktu istirahat terbatas, posisi kepala sebaiknya dibuat lebih tinggi dari tubuh saat tidur. Cara itu membantu memanfaatkan gravitasi agar asam lambung tidak mudah naik.
Anjuran tersebut juga banyak disampaikan oleh para ahli kesehatan. Untuk meminimalkan risiko refluks pada malam hari.
Mengatur Porsi dan Frekuensi Makan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: