Cara Mencegah GERD Kambuh saat Puasa Ramadan
Cara mencegah sakit lambung saat bulan ramadan.--Freepik
HARIAN DISWAY - Puasa Ramadan membawa perubahan besar pada pola makan dan jam istirahat.
Bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, perubahan itu bisa memicu keluhan. Seperti rasa terbakar di dada, mual, perut kembung, hingga nyeri ulu hati.
Namun, bagi pengidap GERD, puasa tetap bisa dijalankan dengan aman. Selama pola makan dan gaya hidup diatur dengan baik.
Dilansir dari berbagai sumber, GERD terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Karena katup esofagus bagian bawah melemah.
BACA JUGA:5 Jenis Pola Makan Vegan yang Wajib Kamu Tahu
BACA JUGA:4 Metode Menerapkan Meal Preparation, Kunci Sukses Pola Makan Sehat di Tengah Kesibukan
Kondisi itu umumnya dipicu oleh pola makan tidak teratur, konsumsi makanan berlemak, pedas, serta kebiasaan langsung berbaring setelah makan.
Mengatur Pola Makan Saat Berbuka

Mengatur kembali pola makan seimbang membantu tubuh beradaptasi setelah periode konsumsi makanan berlebih.-LT Lifestyle-Pinterest
Berbuka puasa sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tidak langsung dalam porsi besar. Lambung yang kosong selama lebih dari 12 jam membutuhkan penyesuaian.
Maka, dianjurkan memulai dengan air putih dan makanan ringan. Seperti kurma atau sup hangat.
Cara itu membantu menstabilkan produksi asam lambung. Sekaligus mencegah iritasi mendadak pada dinding lambung.
BACA JUGA:Doa Kuat Puasa Saat Sahur, Rahasia Tetap Bertenaga Sepanjang Hari
BACA JUGA:5 Tip Cegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan 2026
Menurut panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi makanan berat secara berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan tekanan di dalam lambung. Hingga memicu refluks.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: