Impor Mobil India untuk Kopdes Merah Putih, Siapa Diuntungkan?

Impor Mobil India untuk Kopdes Merah Putih, Siapa Diuntungkan?

Mahindra Scorpio, mobil pikap yang diimpor dari India, untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.-Dok. Mahindra-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Rencana impor 105.000 pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih memicu polemik nasional. Nilainya mencapai Rp24,66 triliun.

Di saat yang sama, industri otomotif dalam negeri menyatakan siap memenuhi kebutuhan tersebut sehingga kebijakan impor ini pun dipertanyakan.

Pemerintah melalui PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) memutuskan mengimpor 105.000 pikap dan truk dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KMP).

Sebanyak 35.000 pikap (4x4) dan 35.000 truk roda enam merupakan produksi Tata Motors. Sedangkan 35.000 pikap (4x4) lainnya diproduksi Mahindra & Mahindra Ltd.

BACA JUGA:Menkop Ungkap Alasan Impor 105 Ribu Unit Mobil India untuk Koperasi Desa Merah Putih

BACA JUGA:Pengadaan Alat Transportasi Koperasi Desa Merah Putih Perlu Cermat

Pembelian ratusan ribu unit kendaraan tersebut menuai kritik dari berbagai kalangan, terutama karena nilainya yang mencapai Rp24,66 triliun.

Angka itu dinilai terlalu besar. Skema cicilannya bahkan disebut menembus Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta agar rencana impor tersebut ditunda.

Namun di tengah polemik, sebanyak 1.200 unit mobil impor dari India dikabarkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Nilainya disebut sekitar Rp7 triliun.

Sebagian unit bahkan telah didistribusikan. Salah satunya Mahindra Scorpio yang diserahkan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Mulyosari, Kota Surabaya.

BACA JUGA:Bupati Sidoarjo Instruksikan Percepatan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih

BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih, Mau Dibawa ke Mana?

Kendaraan tersebut sudah dilengkapi stiker Koperasi Desa Merah Putih sebagai identitas operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: