Imbas Perang di Timur Tengah, 17 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan
Rute penerbangan ke Timur Tengah dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dibatalkan, imbas adanya penutupan wilayah udara di wilayah Timur Tengah.--Candra Pratama
TANGERANG, HARIAN DISWAY – Eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada penerbangan di tanah air.
Operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami penyesuaian besar-besaran. Sebanyak 17 jadwal penerbangan dari dan menuju negara-negara teluk terpaksa dibatalkan (cancelled).
Berdasarkan data otoritas bandara hingga pukul 10.00 WIB, sedianya ada 39 jadwal penerbangan rute Timur Tengah yang terdaftar hari ini. Rinciannya, 20 jadwal kedatangan dan 19 keberangkatan.
Namun, perkembangan situasi keamanan ruang udara di sana memaksa maskapai mengambil langkah mitigasi drastis.
Rute menuju Doha, Qatar, menjadi yang paling terdampak. Enam jadwal penerbangan milik Qatar Airways dan Garuda Indonesia (GA901) resmi dibatalkan. Tak ketinggalan, maskapai raksasa Uni Emirat Arab seperti Emirates dan Etihad Airways juga menghentikan sementara operasional mereka untuk rute Abu Dhabi dan Dubai.
Bahkan, rute religius seperti Jeddah dan Madinah yang biasanya padat oleh jemaah umrah turut terkena imbas. Saudia Airlines mencatat pembatalan pada empat nomor penerbangan (SV822, SV823, SV820, dan SV821). Meski demikian, satu keberangkatan Saudia Airlines SV827 menuju Jeddah tetap berhasil mengangkasa sebelum penyesuaian jadwal diberlakukan secara masif.
BACA JUGA:Bandara Soetta Bisa Tampung 170 Ribu Penumpang Per Hari selama Libur Nataru
BACA JUGA:Polres Bandara Soetta Tangerang Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal ke Kamboja
Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, memastikan bahwa meski terjadi pembatalan beruntun, situasi di Terminal 3 tetap terkendali. Tidak ada penumpukan massa yang tak terarah.
"Operasional secara umum tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan maskapai untuk penanganan calon penumpang yang sudah terlanjur berada di bandara," ujar Aziz dalam keterangannya.
Pihak pengelola bandara kini bekerja ekstra bersama AirNav Indonesia untuk memantau dinamika ruang udara internasional. Pengamanan di area obyek vital nasional ini pun ditingkatkan guna mengantisipasi segala kemungkinan.
BACA JUGA:Saudia Airlines Batalkan Sejumlah Penerbangan Imbas Perang Iran-Israel-Amerika
Bagi Anda yang memiliki jadwal terbang ke wilayah Timur Tengah dalam 24 jam ke depan, sangat disarankan untuk melakukan kroscek ulang. Penumpang diminta tidak langsung meluncur ke bandara sebelum memastikan status terbang melalui kanal resmi maskapai atau menghubungi Contact Center Bandara Soetta di nomor 172.
Langkah refund atau re-schedule kini tengah diproses oleh masing-masing maskapai sesuai dengan regulasi penerbangan yang berlaku di tengah situasi force majeure ini.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: