Jalur Pintu Keluar Bus AKDP-AKAP Terminal Purabaya Ditutup 1-7 Maret 2026, Ini Dampaknya!
Dua alat berat di lokasi proyek betonisasi jalur pintu keluar Terminal Purabaya sisi Timur, Senin, 2 Maret 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway
SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Sekitar Terminal Tipe A (TTA) Purabaya, di Sidoarjo sejumlah kendaraan tampak merayap pelan. Antrean mengular di Jalan Letjen Sutoyo, Waru.
Belakangan, kemacetan tersebut imbas proyek peningkatan jalan di pintu keluar terminal. Tepatnya, di area pintu keluar sisi Timur, yang kini sedang proses betonisasi.
Maka, per tanggal 1 Maret 2026, jalur khusus keluar bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersebut resmi ditutup. Ditargetkan dibuka kembali setelah proyek selesai, 7 Maret 2026, nanti.
Saat ini, pekerja tengah membongkar lapisan aspal yang retak dan berlubang. Lapisan beton dipilih sebagai penggantinya, diharapkan menjanjikan ketahanan yang lebih lama.
Transformasi tersebut bentuk dari tanggapan cepat Komisi V DPR RI bersama rombongan menjalani masa reses di Jawa Timur. Di antaranya datang ke Terrminal Purabaya, pada Senin, 23 Februari 2026, lalu.
BACA JUGA:Di Balik Melonjaknya Harga Minyak Dunia di Awal Maret: Macet di Hormuz, Petaka Untuk Semua
BACA JUGA:Pejabat Dinas Pendidikan Bima Jadi Tersangka Pemerasan Guru Tunjangan Daerah Terpencil
Momen itu membuka mata para pembuat kebijakan terhadap kondisi memprihatinkan jalan keluar terminal. Hasilnya, dari aspal yang rapuh harus segera diganti beton.
Sayangnya, perbaikan besar itu bedampak gangguan. Pengguna jalan yang terbiasa melintas lancar dari arah Selatan -Sidoarjo, maupun Barat yang hendak menuju Surabaya, minggu ini harus rela bersabar.
Kemacetan yang terjadi bukan sekadar tentang berkurangnya jalur. Ini adalah soal berbagi ruang. Jalur keluar yang biasanya dilalui bus kota seperti Transjatim, Suroboyo Bus, Wira-wiri, dan bus konvensional lain, kini harus berdesakan dengan bus AKDP dan AKAP yang dialihkan sementara akibat renovasi tersebut.
Di tengah kepadatan itu, faktor lainnya turut memperumit keadaan. Sarah Abigail Esterlita Aritonang, Kepala Humas TTA Purabaya, mengatakan kemacetan tidak semata-mata disebabkan proyek fisik. Kepatuhan menjadi variabel lain yang sulit dikendalikan.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalan A Yani Sidoarjo, dekat pintu keluar Terminal Purabaya, Senin, 2 Maret 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway
Misalnya, aktivitas turun-naik penumpang yang seharusnya dilakukan di area kedatangan bus di kawasan terminal, kerap terjadi di sembarang tempat. Hal itu menambah panjang antrean kendaraan yang sudah terjepit.
"Untuk proyek itu kami sudah memberi himbauan kepada masyarakat," ujar Ester.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: