Arbeloa Murka Real Madrid Tumbang, Kartu Merah Mastantuono Jadi Sorotan

Arbeloa Murka Real Madrid Tumbang, Kartu Merah Mastantuono Jadi Sorotan

Real Madrid kalah 0-1 dari Getafe; Arbeloa kritik kartu merah Mastantuono & tumpulnya lini depan saat tim tertinggal 4 poin dari Barcelona di klasemen La Liga.--Getty Images

Ia menilai timnya sebenarnya mampu menciptakan peluang yang lebih berbahaya dibandingkan Getafe, hanya saja penyelesaian akhir kembali menjadi persoalan utama.

Beberapa kesempatan emas dari Vinicius Junior, Antonio Rudiger, dan Rodrygo gagal dikonversi menjadi gol. Arbeloa mengakui efektivitas di depan gawang menjadi titik lemah dalam pertandingan tersebut. 


Arbeloa bangga Real Madrid ke 16 besar usai depak Benfica dan siap hadapi tantangan Man City meski tampil tanpa Mbappe yang sedang pemulihan cedera.--Getty Images

“Kami punya peluang yang lebih jelas dibanding mereka,” katanya, sambil menambahkan bahwa timnya memang masih bisa tampil lebih baik.

Meski begitu, ia tetap memuji kerja keras anak asuhnya sepanjang laga. Menurutnya, intensitas dan usaha tidak bisa diragukan, hanya eksekusi yang belum maksimal. 

Dalam nada bertanggung jawab, Arbeloa menyatakan bahwa beban kekalahan seharusnya berada di pundaknya sebagai pelatih.

BACA JUGA:Real Madrid Lolos ke 16 Besar, Arbeloa Waspadai Ancaman Man City

BACA JUGA:Rating Pemain Real Madrid yang Singkirkan Benfica di Liga Champions, Tchouameni MotM, Vini Jr Menyala!

“Jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu saya,” tegasnya. Pernyataan itu memperlihatkan sikap kepemimpinan di tengah tekanan. 

Arbeloa mencoba meredam kritik terhadap pemain, sekaligus mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dalam hal konsistensi dan ketajaman serangan.

Kritik untuk Wasit dan Ancaman dalam Perburuan Gelar

Selain persoalan disiplin dan efektivitas, Arbeloa juga menyinggung jalannya pertandingan yang dinilai terlalu sering terhenti. 

Ia merasa timnya kesulitan membangun ritme karena banyaknya interupsi yang terjadi sepanjang laga. Getafe memang dikenal dengan gaya bermain agresif dan disruptif, dan menurut Arbeloa, wasit membiarkan tempo pertandingan lebih banyak terputus.

“Kami menghadapi lawan yang bertahan sangat baik, tetapi ada terlalu banyak gangguan,” ucapnya. 

Meski tidak secara langsung menyalahkan Getafe, ia mengisyaratkan bahwa fokus pertandingan lebih banyak tersedot pada penghentian permainan ketimbang aliran bola yang lancar.

BACA JUGA:Real Madrid vs Benfica 2-1 (Agg 3-1), Tchouameni-Vinicius Jr Bawa Los Blancos ke 16 Besar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: goal.com