Hengki Herwanto, Pendiri Museum Musik Indonesia dan Pertaruhan Mengarsipkan Bunyi

Hengki Herwanto, Pendiri Museum Musik Indonesia dan Pertaruhan Mengarsipkan Bunyi

Mendiang Hengki Herwanto, pendiri Museum Musik Indonesia yang berpulang pada 3 Maret 2026.-Hengki Herwanto-Museum Musik Indonesia

BACA JUGA:IyaIya, Single Baru Whisnu Santika, Satir yang Menyelinap Lewat Irama Musik

Karena baginya, musik sebuah pengalaman. Ada bunyi piringan yang diputar. Ada rasa ruang. Itu semua harus tetap hidup.

Dari hal tersebut, seorang Hengki Herwanto ingin memperlihatkan kesadaran reflektif dirinya.

Yakni sebagai pelaku arsip menyikapi ketegangan antara preservasi teknologi dan pengalaman kultural.

Museum yang Perlu Tetap Bernyanyi

Demikianlah sekelumit kisah mengenang seorang Hengki Herwanto dan anak idealisnya yang bernama MMI.

BACA JUGA:Jungwoo NCT Debut Jadi Aktor Musikal, Perankan Dr. Rieux di This is PESTE

BACA JUGA:Mengenang Acil Bimbo, Musik, Spirit Kehidupan, dan Warisan Abadi

Pengalaman MMI menunjukkan potensi besar model museum berbasis komunitas di Indonesia.

Darinya, kita belajar bahwa mengarsipkan musik pada akhirnya bukan hanya soal menyelamatkan benda. Melainkan merawat kehidupan sosial yang melekat padanya.

Jika berhasil menjaga keseimbangan itu, MMI bukan sekadar tempat menyimpan masa lalu. Tetapi ruang tempat memori bunyi Nusantara terus bernyanyi.

Terima kasih atas dedikasimu dalam merawat ingatan musik bangsa. Sugeng tindak, mas. Swargi langgeng. (*)

*) Dhahana Adi Pungkas, Akademisi, Pemerhati Sejarah dan Budaya Populer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: