Hengki Herwanto, Pendiri Museum Musik Indonesia dan Pertaruhan Mengarsipkan Bunyi
Mendiang Hengki Herwanto, pendiri Museum Musik Indonesia yang berpulang pada 3 Maret 2026.-Hengki Herwanto-Museum Musik Indonesia
Di situlah kegelisahan klasik antropologi arsip muncul: risiko hilangnya konteks sosial di balik objek.
Antara Nostalgia dan Pengetahuan
Berbeda dari museum yang serba steril, pengunjung MMI masih bisa memutar piringan hitam atau mencoba beberapa alat musik.
BACA JUGA:Hari Angklung Sedunia 16 November, Momen Melestarikan Alat Musik Khas Indonesia
BACA JUGA:Musisi Apresiasi Terobosan DJKI Perkuat Transparansi Royalti Musik
Pendekatan itu penting. Karena menjaga musik tetap sebagai pengalaman. Bukan sekadar pajangan.
Namun, tantangan berikutnya adalah memperdalam narasi interpretatif. Tanpa itu, museum mudah terjebak menjadi ruang nostalgia semata.
MMI juga menyimpan koleksi internasional—sekitar 30 persen pada fase awal—yang menunjukkan jejaring global selera musik lokal.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa fungsi MMI melampaui penyimpanan. Museum itu menjadi tujuan belajar bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah. Bahkan peneliti mancanegara.
BACA JUGA:Jungwoo NCT Debut Musikal, Member NCT 127 Kompak Beri Dukungan!
BACA JUGA:Dukung Palestina, Paramore Tarik Semua Lagu dari Platform Musik Israel
Sebelum pandemi, kunjungan tahunan berkisar 2.000-3.000 orang. Pengunjung tidak hanya melihat koleksi. Tetapi juga dapat memutar piringan hitam dan mencoba alat musik.
Praktik interaktif itu penting secara antropologis. Karena menjaga dimensi performatif musik.
Godaan Digitalisasi
Seperti banyak institusi arsip lain, MMI juga bergerak ke arah digitalisasi. Langkah itu penting. Tetapi ada risiko.
Seiring perkembangan zaman, pria yang kerap memakai bandana itu juga memberikan catatan kehati-hatian tentang digitalisasi. Yang menurutnya jangan sampai hal itu berhenti menjadi sekadar file.
BACA JUGA:Jazz Traffic Festival (JTF) 2025 Hadirkan Konser Musik Lintas Generasi, Ada Raisa Hingga Suara Kayu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: