Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket
ILUSTRASI Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Erwanto pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), perusahaan BUMN di bawah Kementerian Perhubungan. Ia pensiun 2016, jabatan terakhir manajer HRD, juga ketua umum serikat pekerja JICT. Kini ia ketua pensiunan JICT.
Belakangan ini Erwanto sering bikin podcast. Unggahan podcast terakhirnya 15 Desember 2025. Tentang dugaan korupsi di PT Pelindo II (BUMN di bawah Kementerian Perhubungan). Dugaan korupsi di Pelindo itu terkait kontrak dengan JICT senilai USD360 juta (sekitar Rp4 triliun) yang kini diaudit Badan Pemeriksa Keuangan.
Apakah Erwanto dibunuh terkait isi podcast tersebut? Polisi masih menyelidiki. Sampai dengan Selasa malam, 3 Maret 2025, belum ada pengumuman polisi soal pengungkapan kasus itu.
Penyelidikan kasus tersebut tentu rumit, tapi sudah biasa dilakukan polisi.
Dikutip dari American Military University, 29 Juli 2025, berjudul The Criminal Investigation Process: An In-Depth Overview, karya Matthew Loux, diungkapkan teknik penyelidikan kriminal. Yang rumit, tapi bagi polisi rutin.
Matthew Loux anggota fakultas peradilan pidana di Sekolah Keamanan dan Studi Global di American Military University, AS. Ia pakar investigasi kriminal di AS. Bergelar doctor of philosophy bidang kepemimpinan dari Aspen University, AS.
Dijelaskan, proses investigasi kriminal bukan hanya tentang upaya menangkap tersangka pelaku, melainkan juga tentang menegakkan keadilan. Proses itu menetapkan pedoman hukum untuk membawa penegak hukum ke tempat kejadian perkara, mengumpulkan bukti, dan menyajikan bukti tersebut di pengadilan.
Kesalahan sekecil apa pun dapat melumpuhkan sebuah kasus, membebaskan pihak yang bersalah, atau memenjarakan orang yang tidak bersalah secara salah. Kegagalan untuk mematuhi proses investigasi kriminal dapat berakibat fatal sehingga proses itu sangat penting untuk setiap investigasi kriminal.
Penyidik kriminal biasanya menangani berbagai kejahatan, mulai penyerangan fisik hingga serangan siber dan penipuan keuangan yang rumit. Alat-alat modern seperti pemeriksaan DNA, teknologi forensik digital, dan sistem pengawasan telah mengubah cara kita menyelesaikan kasus.
Namun, keterampilan manusia, seperti kemampuan untuk mewawancarai saksi, tetap tak tertandingi alat modern dalam hal teknik investigasi. Penyelesaian kasus kriminal membutuhkan partisipasi aktif dari semua orang dalam komunitas peradilan pidana, termasuk petugas polisi, penyidik, jaksa, dan hakim. Para pelayan publik itu memiliki peran penting sepanjang proses investigasi kriminal.
Loux memaparkan tahapan investigasi kriminal, termasuk pembunuhan. Mulai olah TKP awal, sampai terungkapnya kejahatan.
Di kasus pembunuhan, ada protokol manajemen TKP. Manajemen TKP meliputi pengambilan tindakan pencegahan untuk menjaga bukti hukum di TKP dan menghindari gangguan di lokasi kejadian. Misalnya, petugas memosisikan diri secara strategis untuk melindungi informasi penting dan bukti fisik seperti posisi korban dan percikan darah.
Selain itu, polisi harus mengendalikan lokasi kejadian dengan batas fisik untuk membatasi akses hanya kepada orang-orang yang berwenang yang boleh masuk TKP. Pita polisi atau mobil patroli biasanya digunakan untuk membuat batas tersebut.
Dalam penyelidikan kriminal di Indonesia, polisi punya istilah pulbaket. Pengumpulan bahan dan keterangan. Menyangkut pengumpulan barang bukti, analisis CCTV, uji laboratorium barang bukti dan jejak pelaku dan korban, serta keterangan saksi.
Pulbaket yang dinilai sudah lengkap akan dianalisis oleh ahli masing-masing. Hasilnya didiskusikan oleh internal penyidik. Kemudian, disimpulkan. Akhirnya, itu diumumkan ke publik setelah dinilai tidak akan merusak jalannya penyidikan perkara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: