Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket
ILUSTRASI Pembunuhan Pasutri di Rumah Bagus di Bekasi: Polisi Lakukan Pulbaket.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Selama bulan Ramadan ini setiap sekitar pukul 03.00 si bungsu selalu dibangunkan ibunyi untuk memasak atau makan sahur bersama. Tapi, si bungsu juga punya alarm, diprogram pukul 04.00. Jadwal imsak Bekasi kini 04.33.
Anak sulung korban, Fiandy A. Putra, 33, kepada wartawan, Selasa, 3 Maret 2026, menceritakan, ia sudah tidak tinggal dengan ortunya. Rumah tersebut dihuni ortu dan adiknya, si bungsu.
BACA JUGA:Pembunuhan Pelacur Hamil di Lendosis, Palembang: Terakhir, Salim ke Suami
BACA JUGA:Pembunuhan Pria di Cilincing Diungkap Polisi: Mati karena Berebut Cewek
Fiandy: ”Selama Ramadan, setiap dini hari adik saya selalu dibangunkan ibu untuk sahur. Tapi, dia punya alarm pukul 04.00 sebagai jaga-jaga kalau ibu tidak membangunkan.”
Senin, 2 Maret 2026, si bungsu bangun tidur pukul 04.00 setelah alarm berbunyi. Dia turun tangga menuju lantai satu. Dia heran, semua lampu masih mati. Semestinya jam segitu lampu sudah menyala karena sekeluarga makan sahur.
Dia menuju kamar ortu, tertutup, terkunci dari dalam. Dia mengetuk pintu, tak ada balasan. Pintu dia gedor, tetap sepi. Dia merasa, itu janggal. Dia perhatikan, lubang kunci terkoyak.
Dia keluar rumah menuju garasi. Dari garasi, dia mengintip dalam kamar melalui jendela kaca. Samar, kelihatan tubuh ibunyi di lantai.
BACA JUGA:Pembunuhan dengan 78 Tikaman di Lampung: Dulu Pelaku Jadi Korban
BACA JUGA:Pembunuhan Cucu Businessman Top di Manado: Pihak Korban Maafkan Pelaku
Maka, dia menelepon kakak-kakaknya yang tinggal di rumah masing-masing. Melaporkan kondisi itu.
Fiandy: ”Saat dia telepon saya, segera saya telepon teman saya, DKM Masjid Al-Aqso (masjid kompleks perumahan tersebut). Saya minta bantuan. Adik saya menelepon sekuriti kompleks. Segera, banyak orang berdatangan dan memecahkan jendela kaca itu.”
Pasutri itu tergeletak berdarah-darah. Posisi Ermanto di atas ranjang, istrinya di lantai. Sama-sama pingsan. Warga telepon polisi.
Tim polisi tiba di TKP. Diketahui, Erwanto sudah meninggal, Pasmilawati pingsan. Erwanto dikirim ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pasmilawati dilarikan ke RS Primaya Kalimalang, Bekasi. Pasmilawati luka parah di kepala.
Hasil pemeriksaan polisi yang dikonfirmasi pihak keluarga korban, tidak ada barang berharga yang hilang. Kecuali gelang emas yang dipakai Pasmilawati dan dua kunci kontak mobil. Dua mobilnya masih terparkir di garasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: