Kalah di Pengadilan, Google Pangkas Komisi Play Store
Google berencana memangkas komisi di Play Store berdasarkan keputusan pengadilan.--Pinterest
BACA JUGA:Rekomendasi Google TV 43 Inch Murah, Harga di Bawah Rp3 Juta
BACA JUGA:Cara Setting AI Gemini di Google TV 2026 untuk Kontrol Perintah Suara
Di sisi lain, pimpinan Android di Google Sameer Samat, menyatakan perusahaan ingin mengakhiri konflik hukum panjang. Sehingga dapat kembali fokus pada pengembangan teknologi.
Google juga berencana menerapkan model Play Store yang baru secara global. Namun, implementasi penuh masih menunggu persetujuan regulator di berbagai negara. Peluncuran awal diperkirakan dimulai di Amerika Serikat, Inggris, serta kawasan Uni Eropa.
Penurunan komisi Play Store berpotensi berdampak pada pendapatan induk perusahaan Google, Alphabet Inc..
Saat ini, nilai pasar Alphabet mencapai sekitar USD 3,7 triliun, sekitar empat kali lipat dibandingkan saat Epic Games pertama kali mengajukan gugatan pada 2020.

Google juga akan membuka jalan bagi toko aplikasi pihak ketiga di sistem operasi Android.. --png doc
BACA JUGA:Apple Siapkan Siri Baru Berbasis Google Gemini, Rilis Bertahap Mulai Februari 2026
BACA JUGA:Google Bantah Terlibat Korupsi Pengadaan Chromebook Kemendikbudristek
Selain perkara Play Store, Google juga menghadapi sejumlah gugatan antimonopoli lainnya. Salah satunya terkait mesin pencari Google.
Google diminta untuk membagikan lebih banyak data setelah dinyatakan sebagai monopoli ilegal dalam gugatan terpisah dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Di bidang periklanan digital, jaringan iklan Google juga dinilai memiliki praktik monopoli yang merugikan kompetisi.
Hakim federal di Virginia bahkan sedang mempertimbangkan sejumlah langkah perbaikan. Termasuk kemungkinan pemisahan bisnis.
BACA JUGA:Apple Resmi Gandeng Google Gemini untuk Perkuat Siri Generasi Baru
BACA JUGA:7 Fitur Tersembunyi Google Maps, Fitur Pintar Bikin Perjalanan Lebih Mudah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: