Kalah di Pengadilan, Google Pangkas Komisi Play Store

Kalah di Pengadilan, Google Pangkas Komisi Play Store

Google berencana memangkas komisi di Play Store berdasarkan keputusan pengadilan.--Pinterest

Pengembang aplikasi nantinya dapat menggunakan sistem pembayaran pihak ketiga. Tanpa harus bergantung pada sistem pembayaran Google.

Pengguna Android juga akan diizinkan mengunduh aplikasi dari toko aplikasi alternatif. Namun, Google akan menerapkan mekanisme sertifikasi bagi toko aplikasi tersebut.

Toko aplikasi yang mengikuti proses sertifikasi akan lebih kecil kemungkinannya memicu peringatan keamanan pada perangkat Android.

BACA JUGA:Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi Palsu di Play Store dan Kunci 80 Ribu Developer

BACA JUGA:Google Perluas Kompatibilitas AirDrop ke Seri Pixel 9, Kini Bisa Kirim File ke iPhone

Meski sertifikasi tidak bersifat wajib, Google menilai proses tersebut penting. Yakni untuk memastikan keamanan pengguna. Sekaligus menjaga integritas ekosistem Android.

Tekanan hukum terhadap Google meningkat setelah Supreme Court of the United States menolak banding perusahaan tersebut.

Penolakan itu terkait putusan pengadilan sebelumnya yang menyatakan Play Store beroperasi sebagai monopoli ilegal.

Putusan tersebut berasal dari persidangan pada 2023. Pengadilan menyatakan praktik distribusi aplikasi Google melanggar hukum persaingan usaha. Hakim kemudian memerintahkan perubahan besar pada platform tersebut pada Oktober 2024.

BACA JUGA:Heboh! Rumah Jokowi Mendadak Muncul Label 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps

BACA JUGA:Korupsi Chromebook, JPU Ungkap Aliran Dana Google dan Konflik Nadiem

Kini, James Donato, hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat akan membuat keputusan penentu. Terkait apakah proposal perubahan dari Google dapat diterima sebagai alternatif dari reformasi yang lebih drastis.

Google meminta sidang digelar pada 9 April mendatang untuk membahas usulan tersebut. Pihak Epic Games menyambut positif rencana perubahan itu.

CEO Epic Games Tim Sweeney menyebut langkah tersebut sebagai kemajuan menuju platform Android yang lebih terbuka.

Menurutnya, selama ini Epic memperjuangkan ekosistem digital. Ekosistem yang memungkinkan kompetisi lebih sehat antara berbagai toko aplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: