Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi Palsu di Play Store dan Kunci 80 Ribu Developer

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi Palsu di Play Store dan Kunci 80 Ribu Developer

Google Play Store memiliki fitur keamanan bawaan bernama Play Protect untuk mendeteksi aplikasi yang berpotensi bahaya. --Pinterest

HARIAN DISWAY - Google menghapus lebih dari 1,75 juta aplikasi palsu dan berbahaya dari Play Store. Pun, memblokir 80 ribu akun developer. Itu dilakukan demi melindungi pengguna Android dari penipuan dan malware.

Langkah besar itu diumumkan melalui blog resmi Google pada 19 Februari 2026. Sebagai bagian dari upaya memperketat keamanan ekosistem Android sepanjang 2026.

Perusahaan teknologi tersebut memaparkan keputusan tersebut. Bahwa ribuan aplikasi yang dihapus terbukti melanggar kebijakan privasi dan keamanan.

Sebagian besar aplikasi yang diblokir diketahui mengandung malware berbahaya. Aplikasi tersebut berpotensi mencuri uang pengguna, mendaftarkan langganan tersembunyi, mengambil data pribadi, hingga merusak sistem keamanan perangkat.


Lebih dari 1,75 juta aplikasi palsu dan berbahaya di Play Store telah dihapus oleh Google.--Pixabay

BACA JUGA:Google Perluas Kompatibilitas AirDrop ke Seri Pixel 9, Kini Bisa Kirim File ke iPhone

BACA JUGA:Apple Siapkan Siri Baru Berbasis Google Gemini, Rilis Bertahap Mulai Februari 2026

Melalui Play Protect, sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan, Google mampu mendeteksi aplikasi bermasalah sebelum diunduh pengguna.

Teknologi tersebut juga berhasil mencegah sekitar 255 ribu aplikasi yang mengakses data sensitif pengguna.

Selain penghapusan, Google juga mengambil langkah tegas terhadap pengembang yang berulang kali melanggar kebijakan.

Sebanyak 80 ribu akun developer dikunci permanen. Alias tidak akan diizinkan kembali masuk ke Play Store.

BACA JUGA:Easter Egg Viral: Ketik Angka 67 di Google, Layar Mendadak Berguncang

BACA JUGA:Google Tunda Mengganti Assistant dengan Gemini, Transisi Penuh Ditargetkan 2026

Menurut Google, akun-akun tersebut teridentifikasi menyebarkan aplikasi penipuan. Juga perangkat lunak berbahaya kepada pengguna smartphone.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: india tv