6 Panduan Aman Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas

6 Panduan Aman Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas

Penderita anemia tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan aman melalui pengaturan nutrisi, hidrasi, dan pemantauan kondisi tubuh secara bijak.--Freepik

2. Optimalkan Penyerapan dengan Vitamin C


ASUPAN vitamin dan zat besi akan membantu tubuh menyerap zat besi lebih optimal.-Mom Junction-Pinterest

Vitamin C berperan penting dalam meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari sumber nabati.

Kombinasikan menu sahur atau berbuka dengan buah kaya vitamin C. Antara lain, jeruk, jambu biji, stroberi, atau pepaya.

Tip: Konsumsi sumber vitamin C bersamaan dengan makanan kaya zat besi untuk memaksimalkan manfaatnya.

3. Hindari Minum Teh atau Kopi Berdekatan dengan Waktu Makan


KOPI mengandung kafein yang bersifat diuretik ringan sehingga bisa membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan. --iStock

Tanin dalam teh dan kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan atau segera setelah makan.

BACA JUGA:Cara Aman Jaga Gula Darah saat Buka Puasa Ramadan 2026

BACA JUGA:Sering Cemas Berlebihan? Kurangi Memikirkan Hal-Hal Berikut Ini

Beri jeda minimal 1–2 jam setelah menyantap makanan utama sebelum menyeruput teh atau kopi. Jika memungkinkan, ganti teh atau kopi dengan air putih, jus buah alami, atau susu fortifikasi zat besi.

4. Pastikan Hidrasi Tubuh Tetap Optimal


MINUM cukup air dapat memenuhi kebutuhan cairan sejak berbuka hingga sahur. -Cocina Vital-Pinterest

Dehidrasi dapat memperparah gejala anemia seperti pusing dan lemas. Tentu saja, kondisi tersebut akan membuat badan lebih cepat lemas dan mengganggu ibadah.

Penuhi kebutuhan cairan dengan strategi "2-4-2": dua gelas saat berbuka, empat gelas antara magrib hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber