6 Panduan Aman Puasa bagi Penderita Anemia agar Tidak Mudah Lemas
Penderita anemia tetap dapat menjalankan puasa Ramadan dengan aman melalui pengaturan nutrisi, hidrasi, dan pemantauan kondisi tubuh secara bijak.--Freepik
Hindari minuman bersoda atau berkafein berlebihan yang bersifat diuretik dan berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi.
BACA JUGA:Cara Menjaga Kebugaran Tubuh Saat Puasa tanpa Olahraga Berat
BACA JUGA:5 Tip Mengatasi Jerawat Hormonal Akibat Begadang dan Stres
5. Pilih Menu Berbuka yang Seimbang dan Bergizi

KOMBINASI serat dan protein membantu menjaga energi tetap stabil.--pexels
Saat berbuka, hindari hanya mengandalkan makanan manis untuk memulihkan energi. Pastikan asupan juga mencakup sumber protein berkualitas dan sayuran untuk mendukung produksi sel darah merah.
Contoh menu yang ideal disajikan adalah:
- Kurma + air putih + sup ayam dengan sayuran.
- Buah potong + yogurt + kacang almond.
6. Kenali Tanda Bahaya dan Kapan Harus Berhenti

LEMAS disertai pusing dan jantung berdebar adalah gejala anemia yang perlu diwaspadai. --iStock
Syariah Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Segera pertimbangkan untuk membatalkan puasa jika muncul gejala:
BACA JUGA:Sleep Revenge setelah Tarawih, Dampak Kurang Istirahat dan Risiko Gangguan Kesehatan saat Ramadan
BACA JUGA:Jenis Kurma Paling Rendah Gula untuk Penderita Diabetes di Tahun 2026
- Pusing berat hingga hampir pingsan
- Lemas ekstrem yang tidak membaik setelah beristirahat
- Jantung berdebar tidak normal atau sesak napas
- Kulit terlihat sangat pucat atau kebiruan
Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejalanya tak kunjung hilang dalam jangka waktu lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber