Surabaya Tambah PSEL di Sumberejo, Target Olah 800 Ton Sampah Per Hari

Surabaya Tambah PSEL di Sumberejo, Target Olah 800 Ton Sampah Per Hari

Petugas PLTSa Benowo Saat Mengolah Sampah Menjadi Energi Listrik -Pemkot Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Kota Surabaya segera memperkuat diri sebagai kota pionir pengelolaan limbah modern di Indonesia. 

 

Tak cukup dengan fasilitas di Benowo, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kini bersiap membangun fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) kedua. Lokasinya telah ditetapkan kawasan Sumberejo.

 

Langkah ini menyusul terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan waste to energy. Proyek strategis ini diproyeksikan mampu menuntaskan sisa timbulan sampah warga Kota Pahlawan yang belum tergarap maksimal.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, memaparkan bahwa produksi sampah di Surabaya saat ini mencapai 1.800 ton per hari. Sementara itu, PSEL Benowo baru memiliki kapasitas olah sekitar 1.000 ton per hari.

BACA JUGA:Walhi Jatim Minta Pemkot Dokumenkan AMDAL PLTSa Benowo Setelah Kalah Gugatan di PTUN

 

BACA JUGA:Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Benowo Jadi Percontohan Nasional

 

"Masih ada sisa sekitar 800 ton sampah per hari yang perlu ditangani. Karena itu, kami mengusulkan penambahan fasilitas baru agar seluruh timbulan sampah di Surabaya bisa terintegrasi menjadi energi listrik," ujar Dedik, Senin, 9 Maret 2026.

 

Yang menarik, pembangunan PSEL kedua ini tidak akan menguras APBD Surabaya. Seluruh pembiayaan, mulai dari studi kelayakan hingga konstruksi, ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Skema ini membebaskan Pemkot dari beban tipping fee yang biasanya menjadi komponen biaya tinggi dalam pengelolaan sampah.

 

Rencananya, PSEL Sumberejo tidak hanya melayani Surabaya. Mengingat kapasitas rancangannya mencapai 1.000 ton per hari, Pemkot akan membuka pintu kerjasama aglomerasi dengan daerah tetangga seperti Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

 

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi saat meninjau Surabaya, Jumat lalu. Menurutnya, Surabaya adalah salah satu kota paling konsisten dalam transisi energi berbasis sampah. "Jika PSEL kedua ini beroperasi, Surabaya akan punya dua mesin raksasa pengolah energi. Ini akan jadi percontohan nasional," tegasnya.

 

Jika proses lelang mitra pengembang berjalan mulus pada April atau Mei ini, konstruksi PSEL Sumberejo diperkirakan memakan waktu dua tahun. Targetnya, pada akhir 2027, fasilitas ini sudah bisa beroperasi penuh untuk melistriki wilayah sekitar sekaligus mewujudkan Surabaya Zero Waste. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: