Deep Learning untuk Ramadan Berdampak
ILUSTRASI Deep Learning untuk Ramadan Berdampak.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Bukankah Ramadan secara bahasa berarti membakar? Yang harus dibakar tentu saja adalah sifat yang bertentangan dengan nilai-nilai Ramadan.
Penting diingat, substansi ajaran puasa Ramadan adalah menahan diri. Untuk itulah, setiap pribadi penting menahan diri dari budaya konsumtif dan bermewah-mewahan, mudah marah, dan bermalas-malasan. Jika perilaku yang menjadi paradoks Ramadan itu mampu kita jauhi, puasa kita akan benar-benar berdampak.
Dampak Ramadan, antara lain, dapat dipahami dari ungkapan: laysal ’id liman labisal jadid, wala kinnal ’id liman taqwahu yazid (tidaklah disebut Idulfitri itu orang yang berpakaian baru, melainkan orang yang terus bertambah ketakwaannya).
Jadi, Ramadan akan berdampak jika mampu mengubah setiap pribadi sehingga menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. (*)
*) Biyanto, staf ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antarlembaga Kemendikdasmen, guru besar UIN Sunan Ampel, dan sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: