ITS Pasok SDM Unggul ke Daerah 3 T Lewat Program Beasiswa Patriot

ITS Pasok SDM Unggul ke Daerah 3 T Lewat Program Beasiswa Patriot

Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D menjelaskan beragam beasiswa dalam konferensi pers yang berlangsung di HARRIS Hotel & Conventions Gubeng.- Rosyidah Ariyati - Harian Disway

Berdasar skema Beasiswa Patriot, mahasiswa pascasarjana ditargetkan merampungkan pendidikannya hanya dalam tiga semester atau sekitar 1,5 tahun.

"Seleksinya akan sangat ketat karena target utamanya adalah mencari sumber daya manusia unggul yang mampu mengikuti kurikulum yang dipadatkan tersebut," imbuhnya.

BACA JUGA:ITS Gagas Solusi Adaptif Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan, Pernah Raih Juara INOVBOYO 2025

BACA JUGA:Aplikasi Caregiver-Assitant Karya Mahasiswa ITS Bantu Perawatan Lansia, Pernah Raih Juara 1 GEMASTIK 2025


KETERANGAN MEDIA tentang beasiswa-beasiswa yang tersedia di ITS. Salah satunya Beasiswa Patriot yang memprioritaskan daerah 3T. - Rosyidah Ariyati - Harian Disway

Selain ITS, Beasiswa Patriot juga diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Beasiswa Patriot tersedia untuk 10 program studi (prodi) di ITS. Penunjukkan prodi itu dilakukan oleh Kementerian Transmigrasi sebagai pihak yang nantinya bertugas menempatkan para bibit unggul pilihan ITS ke daerah 3T. 

Sepuluh prodi itu adalah Teknik Kelautan, Teknik Perkapalan, Teknik Sipil, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, Teknik Geomatika, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), dan Teknik Elektro.

Masing-masing prodi, menurut Nurul, memiliki kuota 20 mahasiswa. Nantinya, mahasiswa akan menjalani perkuliahan di ITS tapi juga praktik di tempat-tempat yang telah ditentukan.

BACA JUGA:Inovasi Alat Deteksi TBC lewat Suara Batuk Karya Mahasiswa ITS, Pernah Raih Medali Emas PIMNAS 2025

BACA JUGA:Canggihnya VertiCrab, Sistem Apartemen Berbasis IoT pada Budidaya Kepiting Karya Mahasiswa ITS

Saat ini, ada tiga lokasi yang sudah ditentukan oleh Kementerian Transmigrasi. Yakni, Kaluku (Sulawesi), Salor (Papua), dan Barelang (Batam).

Di sana tersedia gedung perkuliahan dan asrama bagi para penerima mahasiswa. Sedangkan, dosennya diterbangkan langsung dari perguruan tinggi penyelenggara.

"Di ITS, mahasiswa akan berada di kampus utama pada awal semester untuk pengenalan lingkungan. Kemudian, mereka akan kembali ke kampus utama saat menyelesaikan tesis dan sidang,” jelas Nurul.

Setelah lulus, penerima beasiswa Patriot akan menjalani ikatan dinas di daerah transmigrasi sesuai kesepakatan dengan Kementerian Transmigrasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: