ITS Pasok SDM Unggul ke Daerah 3 T Lewat Program Beasiswa Patriot
Prof. Nurul Widiastuti, S.Si., M.Si., Ph.D menjelaskan beragam beasiswa dalam konferensi pers yang berlangsung di HARRIS Hotel & Conventions Gubeng.- Rosyidah Ariyati - Harian Disway
BACA JUGA:Housing Strategy, Inovasi Mahasiswa ITS Tekan Emisi Karbon di Gedung Perkantoran
BACA JUGA:ITSprovement Jadi Ajang Inovasi Tendik ITS Rancang Teknologi Serbaguna di Kampus
Karena itulah fokus keilmuan Beasiswa Patriot disesuaikan dengan bidang-bidang yang mendukung potensi daerah, seperti perikanan atau pengelolaan sumber daya alam.
Nurul menambahkan bahwa tujuan Beasiswa Patriot adalah menghidupkan perekonomian lokal dengan melihat langsung kondisi dan permasalahan di daerah 3T. Lalu, mengembangkannya sesuai potensi masing-masing daerah.
Selain menempatkan mahasiswa di daerah 3T lewat Beasiswa Patriot, ITS juga menjaring pelajar dari kawasan tersebut agar mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan tinggi lewat AMN dan ADiK.
"Untuk menjaga kualitas, ITS menerapkan ambang batas untuk menentukan nilai masuk tertentu bagi mahasiswa dari daerah 3T," papar Nurul.
BACA JUGA:Dies Natalis ke-65, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Gelar Tennovex dan Pamerkan RISSA
Selama menempuh studi, mahasiswa harus mempertahankan IPK pada angka minimal 2,0. Jika nilainya di bawah itu, beasiswa bisa dihentikan.
"Namun, ITS akan berupaya mencarikan solusi melalui skema lain agar mahasiswa tidak putus kuliah,” imbuh Nurul.
Dengan adanya beasiswa untuk pelajar 3T dan dukungan kemajuan teknologi di daerah tersebut, ITS menunjukkan bahwa perguruan tinggi memegang peran penting dalam pemerataan pembangunan. Terutama, dalam membangkitkan hati dari dosen maupun mahasiswanya untuk memajukan daerah 3T. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: