Lebaran 2026 Diprediksi Dirayakan Serentak Berdasarkan Analisis Posisi Elongasi Bulan
Hilal atau bulan sabit muda terlihat di langit senja setelah matahari terbenam, salah satu penentu awal bulan Syawal dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri--Freepik
HARIAN DISWAY - Penentuan Hari Raya Idulfitri setiap tahun selalu menjadi perhatian umat Islam di Indonesia.
Salah satu faktor yang menentukan apakah Lebaran dirayakan serentak atau berbeda adalah kondisi astronomi hilal. Terutama ketinggian bulan dan sudut elongasinya.
Pada 2026, sejumlah pengamat astronomi menilai ada peluang Lebaran dirayakan serentak. Karena posisi bulan relatif mendekati kriteria visibilitas hilal.
Dalam ilmu falak atau astronomi Islam, awal bulan Hijriah ditentukan melalui dua metode utama. Yaitu hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung terhadap hilal).
BACA JUGA:Hisab dan Rukyatul Hilal: Dua Metode Penentuan Awal Ramadan 2025
BACA JUGA:10 Hari Terakhir Ramadan, Keutamaan dan Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar
Kedua metode itu menggunakan parameter astronomi tertentu untuk menentukan apakah hilal memungkinkan terlihat setelah matahari terbenam.
Elongasi Bulan

Tim rukyatul hilal melakukan pengamatan bulan menggunakan teleskop saat matahari terbenam--Freepik
Anda sudah tahu, "elongasi" adalah jarak sudut antara bulan dan matahari yang dilihat dari bumi. Semakin besar nilai elongasi, semakin besar pula kemungkinan sabit bulan muda terlihat di langit senja. Parameter itu menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam forum Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura (MABIMS) telah menetapkan kriteria visibilitas hilal. Berupa ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal sekitar 6,4 derajat.
Jika kedua syarat itu terpenuhi, maka hilal secara astronomis berpeluang terlihat. Baru kemudian awal bulan baru dapat ditetapkan.
BACA JUGA:Keutamaan Bulan Syakban 1447 H: Jadwal Puasa Sunah dan Doa Malam Nisfu Syakban
BACA JUGA:15 Doa Ramadan 2026 Versi Pendek untuk Caption Instagram dan WhatsApp
Menurut para peneliti astronomi, batas ketinggian 3 derajat dipilih agar hilal tidak kalah terang dengan cahaya senja di ufuk barat.
Sementara elongasi minimal sekitar 6 derajat lebih memastikan sabit bulan cukup tebal untuk memantulkan cahaya matahari. Sehingga dapat terlihat dari bumi.
Data Posisi Hilal Jelang Lebaran 2026
Berdasarkan hasil perhitungan astronomi menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, posisi hilal pada 19 Maret 2026 sudah berada di atas ufuk di berbagai wilayah Indonesia. Meski begitu, nilainya masih berada di kisaran batas kriteria visibilitas.
Beberapa wilayah memiliki ketinggian hilal mendekati 3 derajat dengan elongasi sekitar 4 hingga 6 derajat. Data falakiyah juga menunjukkan bahwa di wilayah Sabang, Aceh, tinggi hilal tercatat sekitar 2 derajat 53 menit dengan elongasi sekitar 6 derajat lebih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: