Bukan Soal Kecepatan, Sirkuit Goiania Uji Kecerdasan Pembalap Mengelola Ban

Bukan Soal Kecepatan, Sirkuit Goiania Uji Kecerdasan Pembalap Mengelola Ban

Teknisi Michelin sedang mempersiapkan kebutuhan ban untuk kelas utama MotoGP, jelang GP Brasil 20-22 Maret 2026.--Twitter Alessio Piana @AlessioPiana130

HARIAN DISWAY- Sirkuit Goiania langsung mengirimkan peringatan keras bahkan sebelum balapan dimulai. Michelin, sebagai pemasok ban tunggal di kelas utama MotoGP, menyebut lintasan baru di Brasil ini sebagai yang paling “kejam” terhadap ban sepanjang kalender 2026, memaksa tim dan pembalap untuk memikirkan ulang strategi mereka sejak sesi latihan pertama.

Ada satu catatan penting dari pemasok larangan tunggal MotoGP, Michelin. Menurut Piero Taramasso, Manajer Michelin Motorsport, Sirkuit Goiania secara terang-terangan disebut sebagai perjalanan paling sulit dan paling “kejam” terhadap kerusakan ban dari seluruh sirkuit di kalender MotoGP 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun Michelin, Goiania bukan sekadar sirkuit baru, melainkan lintasan dengan tingkat tekanan termal (thermal stress) yang sangat ekstrem. Beberapa faktor utama penyebabnya adalah sebagai berikut:

Pertama, aspal di Goiania memiliki karakter butiran yang sangat agresif. Gesekan antara permukaan ban dan aspal jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata sirkuit di Eropa. Hal ini menyebabkan ban lebih cepat terkikis, terutama jika menggunakan kompon yang terlalu lunak.

Kedua, kondisi cuaca di Brasil saat balapan cenderung sangat panas. Suhu lintasan dapat dengan mudah menembus 50–60 derajat Celcius. Panas ini tidak hanya berasal dari sinar matahari, tetapi juga dari kinerja intensif antara ban dan permukaan aspal yang agresif.

Ketiga, pencarian ini memiliki sejumlah tikungan panjang yang memaksa pembalap berada dalam posisi miring (lean angle) dalam waktu lama. Kondisi ini menciptakan gaya lateral konstan, yang menyebabkan suhu ban di bagian pinggir meningkat drastis tanpa kesempatan mendingin di lintasan lurus.

BACA JUGA:Hujan Ekstrem Kacaukan MotoGP Brasil, Sirkuit Goiania Tergenang Air

BACA JUGA:Optimisme Joan Mir di MotoGP 2026, Honda Siap Kejutkan di Goiania

Menghadapi tantangan tersebut, Taramasso mengonfirmasi bahwa Michelin tidak dapat membawa spesifikasi ban standar seperti yang digunakan di Mandalika, Buriram, atau Red Bull Ring. Mereka harus menyiapkan alokasi ban yang lebih spesifik.

Michelin kemungkinan akan menggunakan karkas (carcass) yang lebih kaku dan tahan panas, guna mencegah overheating pada bagian dalam ban.

Selain itu, ban belakang hampir dipastikan menggunakan kompon asimetris ekstrem, dengan satu sisi yang lebih keras pada bagian yang menerima beban lebih besar akibat dominasi tikungan tertentu.


Sirkuit Goiania, Brasil, saat dilihat dari atas.--Twitter Scherazade @ScherazadeMS

Untuk pilihan kompon, ban hard diprediksi akan menjadi andalan utama. Pembalap kemungkinan besar akan lebih banyak menggunakan kombinasi Medium-Hard, sementara ban Soft hanya efektif untuk beberapa lap, khususnya saat time attack di sesi latihan bebas dan kualifikasi.

Dari sisi alokasi, Michelin disebut akan menyediakan jumlah ban lebih banyak dari biasanya: enam ban Soft, enam Medium, dan enam Hard untuk ban depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: