Bukan Soal Kecepatan, Sirkuit Goiania Uji Kecerdasan Pembalap Mengelola Ban

Bukan Soal Kecepatan, Sirkuit Goiania Uji Kecerdasan Pembalap Mengelola Ban

Teknisi Michelin sedang mempersiapkan kebutuhan ban untuk kelas utama MotoGP, jelang GP Brasil 20-22 Maret 2026.--Twitter Alessio Piana @AlessioPiana130

Sementara itu, untuk ban belakang tersedia delapan Soft, enam Medium, dan lima Hard. Namun, setiap pembalap tetap dibatasi hanya boleh menggunakan maksimal 12 ban depan dan 14 ban belakang sepanjang akhir pekan.

BACA JUGA:MotoGP Brasil 2026: Sirkuit Goiania Jadi Ujian Berat Marc Marquez

BACA JUGA:Strategi Baru VR46 Terungkap: Pengalaman dan Darah Muda untuk 2027

Berdasarkan data meteorologi setempat, bulan Maret merupakan periode dengan kelembapan tinggi di wilayah Goiania. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 20–30 derajat Celcius, dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Jika lintasan basah, Michelin telah menyiapkan ban Power Rain dengan kompon Soft dan Medium. Ban depan akan menggunakan teknologi simetris, sedangkan ban belakang tetap mengandalkan desain asimetris.

Dengan kondisi tersebut, balapan di Goiania 2026 kemungkinan besar bukan hanya soal kecepatan di lintasan lurus, melainkan tentang siapa yang paling cerdas dalam mengelola suhu dan degradasi ban.

Jika pembalap terlalu agresif sejak awal, risiko penurunan performa di akhir balapan akan sangat besar akibat peningkatan suhu ban atau degradasi termal.

Taramasso sendiri menegaskan bahwa data dari sesi latihan bebas pertama (FP1) akan menjadi sangat krusial bagi tim untuk menentukan, apakah spesifikasi ban yang dibawa mampu bertahan menghadapi kerasnya karakter aspal sirkuit Goiania.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: