Jonathan Wheatley Tinggalkan Audi Mendadak, Sinyal Kuat Menuju Aston Martin?
Jonathan Wheatley, saat masih bersama Tim Audi F1--Twitter Aston Martin F1 Insights @amf1Insights
HARIAN DISWAY – Kepergian mendadak Jonathan Wheatley dari proyek ambisius Audi F1 Team mengejutkan paddock Formula 1. Di balik alasan pribadi, terselip dinamika internal, ambisi karier, hingga potensi langkah besar yang bisa mengubah peta persaingan tim elite.
Jonathan Wheatley hanya bertahan sekitar satu tahun sejak bergabung dengan Sauber, yang tengah bertransformasi menjadi Audi F1, untuk memimpin proses transisi tim asal Swiss tersebut.
Sebelumnya, ia meninggalkan Red Bull Racing setelah lama menjabat sebagai sporting director. Keputusan itu diambil karena perannya dinilai sudah tidak lagi menawarkan ruang pengembangan karier, terlebih dengan posisi Christian Horner yang telah lama mengisi kursi team principal sekaligus CEO.
Di Sauber—yang kini diproyeksikan menjadi Audi—Wheatley sempat membawa dampak positif. Tim perlahan bangkit dari papan bawah dan mulai konsisten meraih poin. Bahkan, ia turut mengawal momen podium pertama Nico Hulkenberg dalam proyek tersebut.
BACA JUGA:Regulasi F1 2026 Berubah Drastis, Lewis Hamilton Akui Kewalahan
BACA JUGA:Polemik Start F1 2026, Kepala Tim Ferrari Tolak Perubahan
Namun secara mengejutkan, Audi mengonfirmasi bahwa kerja sama dengan Wheatley telah berakhir.
“Dalam perjalanan menuju posisi terdepan di grid, tim akan melakukan perubahan signifikan pada struktur manajemen senior,” tulis pernyataan resmi Audi.

Dari Kiri, Max Verstappen, Jonathan Wheatley dan Adrian Newey, saat ketiganya masih bersatu di Tim Red Bull F1. --Twitter Formula Audi @AudiSport27
Audi juga menegaskan bahwa perpisahan berlangsung baik.
“Karena alasan pribadi, Jonathan Wheatley akan segera meninggalkan tim. Kami berterima kasih atas kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya,” katanya.
Sebagai solusi sementara, Mattia Binotto ditunjuk untuk mengambil alih peran tambahan sebagai team principal, sambil tetap menjalankan tugasnya sebagai kepala proyek Audi F1.
Audi menyebut struktur manajemen jangka panjang masih akan disusun seiring adaptasi organisasi menghadapi dinamika Formula 1. Target besar pun tetap dipertahankan, yakni bersaing memperebutkan gelar juara dunia pada 2030.
BACA JUGA:Perez Akui Blunder di GP China 2026, Rugikan Rekan Setim Sejak Lap Awal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: