Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Tidak Akan Bayar Iuran Board of Peace
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada pertemuan "Dewan Perdamaian" selama pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 22 Januari 2026.-Fabrice COFFRINI-AFP
Presiden Indonesia sebelumnya menghadiri pertemuan perdana forum tersebut di Washington pada bulan lalu. Meski demikian, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia dapat menarik diri dari keanggotaan jika forum tersebut tidak memberikan manfaat bagi rakyat Palestina atau tidak sejalan dengan kepentingan nasional.
Selain isu keanggotaan, Prabowo juga menyinggung fleksibilitas Indonesia dalam perjanjian internasional lainnya. Ia menyebut bahwa Indonesia dapat menarik diri dari kesepakatan apa pun, termasuk perjanjian tarif dengan Amerika Serikat yang ditandatangani bulan lalu, apabila dinilai merugikan kepentingan nasional.
Sementara itu, pembahasan lebih lanjut antara Indonesia dan Amerika Serikat mengenai kemungkinan misi penjaga perdamaian di Gaza untuk sementara dihentikan. Kantor berita negara Antara, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyebutkan bahwa pembicaraan tersebut saat ini berada dalam status “on hold”.
BACA JUGA:Menlu Sugiono: DK PBB dan Board of Peace Harus Sejalan Wujudkan Perdamaian Palestina
BACA JUGA:Prabowo: Pertemuan Perdana Board of Peace Upayakan Perdamaian di Gaza
Anda sudah tahu, Board of Peace diperkenalkan oleh Donald Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, Trump menyatakan bahwa badan itu berpotensi menjadi salah satu institusi paling berpengaruh dalam penyelesaian konflik internasional.
Forum tersebut awalnya dirancang untuk menangani gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza, namun kemudian berkembang dengan mandat yang lebih luas untuk menangani berbagai konflik global. Perkembangan tersebut memicu kekhawatiran bahwa Board of Peace dapat menjadi alternatif atau bahkan pesaing bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sejumlah sekutu utama Amerika Serikat, termasuk Prancis dan Inggris, juga dilaporkan menyampaikan keraguan terhadap inisiatif tersebut. Selain itu, undangan kepada sejumlah negara, termasuk Rusia, turut memunculkan kritik di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.
Meski demikian, Trump menyatakan bahwa forum tersebut akan bekerja sejalan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dengan posisi yang diambil pemerintah Indonesia, keikutsertaan dalam “Board of Peace” untuk saat ini difokuskan pada kontribusi non-finansial, khususnya dalam bentuk partisipasi pasukan penjaga perdamaian, sambil tetap mempertimbangkan kepentingan nasional dan dukungan terhadap Palestina. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: