Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi

Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi

TENTARA DAN REGU PENYELAMAT Israel menyelidiki bekas serangan rudal Iran di Tel Aviv, 24 Maret 2026.-JACK GUEZ-AFP-

Sejumlah analis menyebut bahwa ambisi politik Ghalibaf sebenarnya sudah lenyap. Ia tiga kali gagal dalam pencalonan presiden. Selain menunjukkan kapasitas politik, fakta itu juga menggarisbawahi keterbatasan elektoralnya.

Masoud Pezeshkian

Sebagai presiden sejak 2024, Pezeshkian secara formal adalah wajah pemerintahan Iran. Ia berasal dari kubu moderat dan mencoba membangun citra sebagai figur rakyat.

Namun dalam sistem Iran, presiden bukan pemegang otoritas tertinggi. Keputusan strategis tetap berada di tangan pemimpin tertinggi. 


Masoud Pezeshkian.--

Aktivitas publiknya tetap berjalan. Ia bahkan turun langsung ke jalan dalam aksi pro-pemerintah dan pro-Palestina, termasuk berinteraksi dengan warga. Dalam momen itu, mantan Kepala Dewan Keamanan Ali Larijani hadir. Sayangnya, Larijani kemudian terbunuh pada 17 Maret 2026.

Abbas Araghchi

Sebagai menteri luar negeri, Araghchi adalah figur yang secara teknis paling relevan dalam komunikasi dengan pihak luar.

Ia sudah terlibat langsung dalam pembicaraan dengan utusan AS di Oman bulan lalu. Namun, pertemuan itu gagal menghentikan perang.

Perkembangan terbaru menunjukkan adanya komunikasi langsung dengan utusan AS dalam beberapa hari terakhir. Menurut pejabat Iran, komunikasi itu masih sebatas “penjajakan” untuk meredakan konflik.


Abbas Araghchi.--

Araghchi juga aktif tampil di media, termasuk media Amerika, untuk membela posisi Iran. Latar akademiknya kuat, dengan gelar doktor di bidang pemikiran politik dari Inggris.

Meski demikian, posisinya sebagai menteri luar negeri membuatnya kecil kemungkinan disebut sebagai “top person” yang dimaksud Trump.

Ahmad Vahidi

Sebagai komandan tertinggi Garda Revolusi, Vahidi secara struktur memiliki kekuatan militer signifikan. Namun, visibilitasnya selama perang justru sangat rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: