Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi
TENTARA DAN REGU PENYELAMAT Israel menyelidiki bekas serangan rudal Iran di Tel Aviv, 24 Maret 2026.-JACK GUEZ-AFP-
Ia merupakan komandan ketiga dalam waktu kurang dari setahun. Sebab, dua pendahulunya tewas dalam konflik sebelumnya. Situasi itu membuat stabilitas komando militer ikut terganggu.
Sepanjang perang saat ini, hanya satu pernyataan resmi atas namanya yang dirilis. Yakni ucapan belasungkawa atas tewasnya komandan milisi Basij pada 19 Maret 2026.

Ahmad Vahidi.--
Minimnya kemunculan publik bisa dibaca sebagai strategi keamanan. Tetapi, juga bisa dipandang sebagai terbatasnya peran dalam komunikasi politik.

Esmail Ghaani (kiri).--
Ghaani adalah komandan Pasukan Quds, unit yang bertanggung jawab atas operasi eksternal Iran. Karakternya sejak awal dikenal tertutup.
Ia sempat dilaporkan tewas dalam perang Juni 2025. Tapi, ia kemudian muncul kembali. Sejak itu, spekulasi soal posisinya terus berkembang.
Tekanan terhadapnya juga disebut meningkat. Terutama terkait dugaan kegagalan intelijen, termasuk pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah di Lebanon pada 2024.
Selama perang saat ini, baru satu pesan atas namanya yang dirilis. Pesannya adalah: Iran akan melihat musuhnya kalah secara memalukan
Ya, nama-nama itu memang sebatas analisis dan spekulasi. Belum ada yang benar-benar mengerucut pada sosok top person versi Trump. Yang jelas, Trump juga terus melempar bola panas sembari mengatakan bahwa rezim Iran akan segera berganti… (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: