Ini Tujuh Fakta Sejarah Gereja Anglikan di Inggris
USKUP AGUNG CANTERBURY Sarah Mullally membelakangi katedral yang menjadi lokasi penahbisannya Rabu, 25 Maret 2026.-Victoria Jones/Shutterstock-The Guardian
LONDON, HARIAN DISWAY - Gereja Anglikan merupakan salah satu tradisi Kristen terbesar di dunia. Sejarah panjangnya berakar kuat pada dinamika politik dan keagamaan Inggris.
Kini, gereja tersebut mencetak sejarah dengan menahbiskan Sarah Mullally, perempuan pertama yang menjabat sebagai Uskup Agung Canterbury sekaligus pemimpin Gereja Anglikan dunia.
Berikut tujuh fakta kunci tentang Church of England:
1. Lahir dari Konflik Politik dan Personal Raja
Awal berdirinya Gereja Anglikan tidak lepas dari keputusan Raja Henry VIII pada abad ke-16. Ia memutus hubungan dengan Gereja Katolik Roma setelah keinginannya membatalkan pernikahan ditolak Paus. Konflik itu menjadi titik awal reformasi gereja di Inggris.
BACA JUGA:Sarah Mullally, Mantan Bidan, Perempuan Pertama yang Pimpin Gereja Anglikan Dunia
BACA JUGA:Paus Leo XIV Kirim Pesan Idul Fitri 1447, Damai Lahir dari Dialog dan Pengampunan
2. Diresmikan melalui Act of Supremacy 1534
Pada 1534, Henry VIII mengesahkan Act of Supremacy yang menetapkan raja sebagai pemimpin tertinggi gereja di Inggris. Kebijakan tersebut secara resmi melahirkan Church of England sebagai institusi yang terpisah dari otoritas Vatikan.
3. Awalnya Tidak Langsung Berbeda secara Doktrin
Meski terpisah secara kelembagaan, ajaran awal Gereja Anglikan masih sangat dekat dengan tradisi Katolik. Perubahan teologis berlangsung bertahap, terutama pada masa pemerintahan penerus Henry VIII.

GEREJA ANGLIKAN yang dipimpin Sarah Mullally merupakan jalan tengah antara prinsip Katolik dan Protestan.-Alastair Grant/AP Photo-stuff.co.nz
4. “Jalan Tengah” di Era Elizabeth I
Transformasi penting terjadi di bawah Elizabeth I. Ia merumuskan konsep Via Media, konsep jalan tengah antara Katolik dan Protestan. Model tersebut menggabungkan struktur gereja Katolik dengan prinsip reformasi Protestan, misalnya penekanan pada Alkitab.
5. Berkembang menjadi Jaringan Global
Seiring ekspansi Inggris ke berbagai wilayah dunia, ajaran Anglikan menyebar luas. Dari proses itulah lahir Anglican Communion yang kini mencakup puluhan negara dengan total sekitar 85 juta umat.
BACA JUGA:Mengenang Paus Fransiskus, Menag Nasaruddin Umar Serukan Persaudaraan Universal di Vatikan
BACA JUGA:Paus Leo XIV Pimpin Misa Perdana di Kapel Sistina, Dihadiri Para Kardinal
6. Tidak Memiliki Otoritas Tunggal seperti Paus
Berbeda dengan Gereja Katolik, Anglikan tidak memiliki pemimpin tertinggi global yang bersifat absolut. Namun, Uskup Agung Canterbury di Inggris diakui sebagai pemimpin spiritual simbolik bagi komunitas Anglikan dunia.
7. Terus Beradaptasi dengan Isu Modern
Dalam perkembangannya, Gereja Anglikan dikenal aktif merespons isu-isu kontemporer. Perdebatan mengenai penahbisan perempuan, kepemimpinan gereja, hingga isu sosial modern menunjukkan bahwa institusi ini terus bertransformasi mengikuti perubahan zaman.
Dengan sejarah lebih dari lima abad, Gereja Anglikan di Inggris tidak hanya menjadi institusi keagamaan, tetapi juga cerminan hubungan erat antara kekuasaan, tradisi, dan dinamika sosial yang terus berkembang hingga saat ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: